Rusia vs Ukraina
INILAH Sosok Prigozhin, Bos Tentara Bayaran Wagner Bikin Putin Marah, Kini Musuh Baru Militer Rusia
Inilah Sosok Yevgeny Prigozhin, Bos Tentara Bayaran Rusia Grup Wagner di Ukraina, Kini Musuh Baru Militer Rusia, Presiden Putin Marah Besar.
Penulis: AbdiTumanggor | Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN-MEDAN.COM - Inilah Sosok Yevgeny Prigozhin, Bos Tentara Bayaran Grup Wagner, Kini Musuh Baru Militer Rusia, Presiden Putin Marah Besar.
Komandan tentara bayaran grup Wagner, Yevgeny Prigozhin, menjadi sorotan setelah dituduh sebagai penghianat.
Yevgeny Prigozhin bersama pasukannya bersumpah bakal menyerbu Ibu Kota Rusia, Moskow, untuk menggulingkan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan Panglima Angkatan Bersenjata Rusia Jenderal Valery Gerasimov.
Prigozhin mengklaim pasukan Wagner telah keluar dari Ukraina dan menyeberang ke Rusia dan sudah tiba di Rostov, bagian selatan Rusia.
Ia mengatakan tak menghadapi pemeriksaan lebih lanjut di pos pemeriksaan.
"Kami bergerak maju, dan akan terus maju," kata Prigozhin dalam sebuah tayangan video, Sabtu (24/6), seperti dikutip Associated Press.
Klaim Kuasai Markas Militer Rusia, Lapangan Udara Rostov, hingga Tembak Jatuh Pesawat Militer.
Sebelumnya, Yevgeny Prigozhin mengklaim telah menguasai markas militer Rusia dan dan lapangan udara Rostov.
Bahkan, pasukannya disebut berhasil menembak jatuh satu helikopter militer Rusia.
Yevgeny Prigozhin mengumumkan pada hari Sabtu (24/6) pagi waktu setempat.
Ia mengakui bahwa dia kini berada di dalam markas militer Rusia di Rostov-on-Don, Rusia selatan.
Prigozhin mengatakan, anak buahnya kini menguasai situs-situs militer kota tersebut.
Prigozhin mengatakan pasukannya telah menyeberang ke Rusia dari Ukraina.
Ia bersumpah untuk menggulingkan kepemimpinan militer Rusia.
Dia mengatakan bahwa dirinya dan ribuan anak buahnya "siap mati" untuk tujuan tersebut.
"Kami berada di dalam markas (tentara), sekarang jam 07:30," kata dia dalam sebuah video di Telegram seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (24/6/2023).
"Situs-situs militer di Rostov, termasuk lapangan terbang, berada di bawah kendali," tambahnya.
Dia mengatakan bahwa pesawat-pesawat militer Rusia yang mengambil bagian dalam serangan di Ukraina "berangkat seperti biasa" dari lapangan terbang itu.
"Kami mengambil alih lapangan terbang sehingga pesawat tempur tidak menyerang kami, tetapi menyerangUkraina," kataPrigozhin.
Prigozhin pun mengklaim bahwa Kepala Staf Umum Rusia Valery Gerasimov "melarikan diri dari sini ketika dia mengetahui bahwa kami sedang mendekati gedung."
Bos Wagner itu pun menyerukan penggulingan kepemimpinan militer Rusia, yang memicu pengetatan keamanan di Moskow dan wilayah-wilayah Rusia lainnya.
"Langkah-langkah keamanan di Moskow telah diperketat. Semua fasilitas penting, obyek infrastruktur pemerintah, dan transportasi telah ditempatkan di bawah upaya perlindungan yang telah diperkuat," lapor kantor berita Rusia, TASS.
Rusia perketat keamanan negara
Menanggapi serbuan ini, Rusia pun siaga. Mereka mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Prigozhin dan pengerahan pesawat tempur.
Di wilayah Voronezh, konvoi kendaraan perang bergerak di Jalan Raya M-4. Warga sipil diminta tidak mendekati jalan itu.
Menurut kantor berita TASS, aparat keamanan Rusia kini semakin memperketat pengamanan.
Pengmanan diperketat di gedung-gedung pemerintah, fasilitas-fasilitas transportasi, dan lokasi-lokasi penting lainnya di Moskow.
Langkah ini makin memperuncing perseteruan yang kian terbuka antara Prigozhin dan para petinggi militer.
Situasi semakin memanas. Kini, dinas keamanan Rusia (FSB) meminta agar Yevgeny Prigozhin ditangkap.
Bahkan, dinas keamanan Rusia (FSB) mengajukan gugatan kejahatan terhadap Yevgeny Prigozhin, lapor kantor berita TASS.
FSB juga meminta para personel tentara bayaran Wagner Group agar tidak mempedulikan perintah Yevgeny Prigozhin dan sebaliknya menangkapnya.
Wakil komandan operasi militer Rusia di Ukraina, Jenderal Sergei Surovikin, meminta pasukan Wagner mematuhi Presiden Rusia Vladimir Putin.
Pasukan Wagner diminta agar menerima komando dari para komandan militer Rusia dan kembali ke pangkalan mereka.
Dia mengatakan konflik politik bakal dimanfaatkan oleh musuh-musuh Rusia. "Saya perintah kalian agar berhenti," kata Jenderal Sergei Surovikin.
Pemberontakan tentara bayaran Rusia ini akan menjadi krisis domestik terbesar yang dihadapi Vladimir Putin.
Presiden Putin Sebut Bos Wagner Penghianat Negara
Presiden Rusia Vladimir Putin merasa kecewa atas sikap pimpinan dari perusahaan tentara bayaran Grup Wagner.
Putin mengaku, sikap dan tindakan Yevgeny Prigozhin seperti menikam dirinya dan rakyatnya dari belakang.
Ini merupakan pertama kalinya Presiden Vladimir Putin berbicara di hadapan publik lewat video.
Video Putin tersebut ditampilkan BBC, Sabtu (24/6/2023).
Putin mengatakan, tindakan yang dilakukan Yevgeny Prigozhin merupakan metode pemerasan dengan cara-cara teroris.
Presiden Putin berjanji, akan ada tindakan keras bagi orang yang "secara sadar memilih" pengkhianatan, pemerasan, dan metode teroris.
Putin dengan tegas menanggapi kelompok tentara bayaran Wagner yang telah bersumpah untuk menggulingkan kepemimpinan militer Rusia.
Dalam pidatonya, Putin memerintahkan konsolidasi semua kekuatan.
Putin mengatakan; "tindakan (Yevgeny Prigozhin) itu adalah "pengkhianatan negara" dan "menikamkan pisau ke punggung kami dari belakang".
Presiden Vladimir Putin berjanji untuk membela rakyat dan Rusia. "Namun, setiap orang yang mengangkat senjata melawan militer adalah pengkhianat,"jelas Putin.
"Kepala Wagner 'mengkhianati' Rusia karena ambisi pribadi," kata Putin seperti dilansir AFP, Sabtu (24/6/2023).
Pernyataan Putin ini keluar setelah Yevgeny Prigozhin mengeluarkan pidato publik pertamanya dari markas militer Rusia di Rostov-on-Don yang sekarang dikendalikan sepenuhnya oleh pasukan Wagner PMC.
Sebelumnya, Prigozhin telah mengumumkan untuk menggulingkan kepemimpinan militer Rusia, yang dituduhnya telah memerintahkan serangan rudal yang menewaskan anak buahnya.
Kesabaran Yevgeny Prigozhin Habis
Sebelumnya pada Jumat, Yevgeny Prigozhin kehabisan kesabaran dengan buka-bukaan.
Prigozhin menyebut alasan Rusia menyerang Ukrain didasari oleh kebohongan para petinggi militer Putin.
Wagner Group memimpin pendudukan kota Bakhmut di Ukraina.
Ini menjadi kemenangan terbesar yang dicapai Rusia sejak serangan pada Februari 2022 lalu.
Prigozhin terang-terangan menuduh Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dan panglima angkatan bersenjata Rusia Jenderal Valery Gerasimov, orang tidak kompeten.
"Menteri pertahanan telah memerintahkan 2.000 jenazah agar disembunyikan agar tidak memperlihatkan kekalahan perang,"ujar Yevgeny Prigozhin dalam pesan audio lewat Telegram.
"Mereka yang menghancurkan saudara-saudara kita, yang menghancurkan kehidupan puluhan ribu tentara Rusia, harus dihukum."
"Saya meminta agar tidak ada yang memberikan perlawanan,"lanjutnya.
"Ada 25.000 orang beserta kami dan kami akan mencari tahu mengapa kekacauan terjadi di negara ini,"pungkasnya.
Prigozhin juga berkilah tindakannya bukan kudeta militer.
Diketahui, tentara bayaran grup Wagner merupakan salah satu kubu pendukung Rusia, selain tentara Chechnya.
Tentara bayaran grup Wagner paling menonjol dalam operasi Moskow untuk menguasai Ukraina Timur.
Salah satu kota di wilayah ini, Bakhmut, telah menjadi pusat pertempuran paling sengit antara Wagner dan pihak Ukraina selama berbulan-bulan.
Siapa sebenarnya bos Wagner Yevgeny Prigozhin yang kini hendak menyerbu Moskow?
Yevgeny Prigozhin mulanya terjun ke bisnis makanan usai dibebaskan dari hukuman.
Ia sempat dihukum karena penyerangan, perampokan, dan penipuan pada 1981.
Ia lalu membuka toko serba ada dan memulai berjejaring dengan restoran mewan dan beberapa mitra di Saint Petersburg, demikian dikutip Business Insider.
Lalu pada tahun 1996, Yevgeny Prigozhin mendirikan perusahaan yang kini berkembang pesat, Concord Catering.
Selama dekade berikutnya, bisnis katering Yevgeny Prigozhin menerima kontrak yang menguntungkan dari pemerintah.
Ketika itu, Prigozhin mengirim makanan ke sekolah dan militer Rusia, serta berkesempatan menyajikan jamuan negara.
Beberapa jamuan kenegaraan di antaranya saat pelantikan Presiden Dmitri A Medvedev dan Presiden Vladimir Putin.
Setelah itu, dia mendapat julukan 'koki Putin' meski sebetulnya bukan juru masak.
Hari-hari setelah jamuan itu, hubungan Prigozhin dan Putin kian akrab.
Sejumlah pihak bahkan menyebut Prigozhin sekutu dekat orang nomor satu di Rusia.
Selama berbisnis di dunia catering, ia juga menyumbang dana operasional untuk grup Wagner saat di bawah kendali Dmitry Utkin.
Prigozhin juga menyediakan amunisi dan pesawat udara.
Namun, sejauh ini tak ada informasi pasti berapa nominal yang digelontorkan pebisnis itu.
Ia lalu mengklaim dirinya sebagai bos Wagner saat Rusia mengirim tentara bayaran di awal-awal invasi ke Rusia sekitar Maret 2022.
Selama berbulan-bulan mereka membantu pasukan Rusia berperang di Ukraina timur.
Namun, pada Januari 2023 keretakan mulai muncul. Saat itu, Prigozhin mengklaim kemenangan di Soledar dan menyebut tentara Rusia tak banyak berperan.
Tak lama setelah itu, Kementerian Pertahanan Rusia juga mengklaim menguasai Soledar.
Konflik Prigozhin dengan Kremlin makin runcing saat dia mengkritik strategi Rusia.
Sejumlah pengamat menduga sikap dia yang demikian karena Prigozhin berambisi untuk mendapat posisi di pemerintahan Rusia.
Prigozhin kian gencar melancarkan kritik bahkan kepada Putin usai menarik seluruh pasukan Wagner dari Ukraina.
Penarikan ini terjadi karena kontrak Wagner dan Rusia habis.
Di salah satu wawancara, Prigozhin mengatakan tentara Rusia tak cukup mampu melawan pasukan Ukraina.
"Untuk saat ini, dalam pandangan saya, dan menurut penilaian militer di lapangan, tidak cukup mampu melawan musuh," kata dia pada pertengahan Juni, seperti dikutip Newsweek.
Ia juga memuji pasukan Ukraina yang dianggap bergerak dengan tepat dan melakukan taktik dengan benar.
Diketahui, tentara bayaran grup Wagner merupakan salah satu kubu pendukung Rusia, selain tentara Chechnya.
Tentara bayaran grup Wagner paling menonjol dalam operasi Moskow untuk menguasai Ukraina Timur.
Salah satu kota di wilayah ini, Bakhmut, telah menjadi pusat pertempuran paling sengit antara Wagner dan pihak Ukraina selama berbulan-bulan.
Hubungan antara Rusia dan grup tentara bayaran Wagner semakin panas, dan terancam bakal adanya perang saudara di negara itu.
Otoritas Rusia menuduh pemimpin Wagner, Yevgeny Prigozhin berusaha melakukan kudeta dengan memulai konflik sipil.
Mereka pun meminta agar Prigozhin segera ditangkap.
Dikutip dari The Guardian, Sabtu (24/6/2023), berdasarkan penyelidikan Dinas Keamanan Rusia (FSB), Prigozhin telah melakukan seruan untuk melakukan pemberontakan bersenjata.
(*/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pemimpin-Grup-Wagner-Yevgeny-Prigozhin.jpg)