Berita Viral
Reaksi Mabes TNI AD Dengar Babinsa Ketua RT Bentak Pendeta Rumah Doa di Tambun : Lapor Koramil!
Begini reaksi Mabes TNI usai mendengar oknum Babinsa Ketua RT bentak Pendeta Rumah Doa di Tambun. Kadispenad Brigadir Jenderal TNI Hamim Tohari pun
Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Angel aginta sembiring
Namun, pendeta tak mau aktivitas dihentikan karena merasa sudah mendapatkan izin dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bekasi.
"Saya juga sampaikan ke ketua RW waktu itu, 'Bapak juga masih aktif sebagai anggota TNI yang melekat di diri Bapak. Walaupun ketua RW, begitukah seorang TNI'," ucap Ellyson.
"Dia kemudian gebrak meja, dia tunjuk saya. Dia marah dan bilang, 'Ini wilayah saya. Saya yang berkuasa. Ikuti aturan saya. Jangan buat aturan sendiri'," sambung dia menirukan ucapan ketua RW itu.
Penolakan kembali terjadi pada Minggu (19/6/2023).
Puluhan warga didampingi ketua RT dan RW setempat tiba-tiba menggeruduk rumah doa tersebut. Mereka meminta aktivitas di sana dihentikan.
Sebelumnya diberitakan, Ketua RT yang ikut membubarkan kegiatan Rumah Doa Fajar Pengharapan di Tambun merupakan anggota TNI.
Baca juga: Lima Anggota TNI Keroyok Pemuda hingga Babak Belur, Penyebabnya Cuma Masalah Sepele di Jalan Raya
Baca juga: Tak Terima Disalip, Pria Pukul Pengendara Lain dan Rusak Mobil Korban Pakai Dongkrak
Hal itu dikatakan Pendeta Ellyson Lase, yang mana ketua RT yang membubarkan kegiatan Rumah Doa Fajar Pengharapan di Tambun merupakan masih aktif sebagai anggota TNI.
Tidak hanya membubarkan dan menolak keberadaan Rumah Doa, anggota TNI yang juga ketua RT itu juga kerap mengintimidasi Pendeta Ellyson Lase.
Pendeta Ellyson Lase mengatakan, dia tidak mengetahui alasan ketua RT/RW ikut menolak keberadaan rumah doa.
Ellyson bahkan sempat dibentak ketika bertemu dan diintimidasi pada bulan Mei lalu.
"Saya juga sampaikan ke ketua RW waktu itu, 'Bapak juga masih aktif sebagai anggota TNI yang melekat di diri Bapak. Walaupun ketua RW, begitukah seorang TNI'," ucap Ellyson kepada Kompas.com, Senin (19/6/2023) malam.
"Dia kemudian gebrak meja, dia tunjuk saya. Dia marah dan bilang, 'Ini wilayah saya. Saya yang berkuasa. Ikuti aturan saya. Jangan buat aturan sendiri'," sambung dia menirukan ucapan Ketua RW itu.
Dalam pertemuan itu, pendeta diminta menjelaskan aktivitas dia dan jemaatnya di rumah doa.
Ellyson lalu menuturkan, rumah doa adalah sebuah rumah yang ia kontrak untuk beribadah.
Rumah itu tidak dialihfungsikan sebagai gereja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/warga-menolak-aktivitas-ibadah-Umat-Kristen-di-Tambun.jpg)