Berita Viral
Kisah Nyata Ibu Hamil Pecah Ketuban, Dilarang Mertua ke RS, Akhirnya Bayinya Meninggal
Ia ingin anaknya melahirkan di rumah sakit sesuai saran dari bidan. Namun apa daya, suami dan ibu mertua dari ibu hamil tersebut tetap ngotot.
Lalu pada malam harinya, pihak desa dari Kecamatan langsung mendatangi rumah dari ibu hamil tersebut.
Tak cuma itu, pihak dari Kapolsek wilayah Lebak hingga TNI juga ikut ke rumah ibu hamil itu.
Kedatangan itu dimaksudkan agar suami dan ibu mertua luluh dan mengizinkan ibu hamil tersebut dirujuk ke rumah sakit.
Namun sayang usaha dari perangkat desa sia-sia.
"Habis pulang dari klinik, malamnya tetap tim Kapolsek, TNI, pembina desa, tim Kecamatan ke rumahnya (ibu hamil) untuk edukasi, tetap tidak mau," ungkap bidan Laelatul Badriah.
Pantang menyerah, pihak bidan yang sempat menangani pun turut ke rumah ibu hamil tersebut keesokan harinya.
Namun alih-alih diterima dengan baik, kedatangan bidan Laelatul Badriah justru membuat keluarga ibu hamil emosi.
Mereka tetap ngotot enggan membawa ibu hamil tersebut ke rumah sakit guna melahirkan.
"Paginya tim Puskesmas, dokter Puskesmas, pembina desa ke rumahnya untuk edukasi lagi tetap tidak mau," imbuh bidan Laelatul Badriah.
Kehadirannya ditolak dan dimaki-maki, bidan pun sempat meminta bantuan kepada pihak lainnya agar bisa membujuk keluarga dari ibu hamil tersebut.
Sebab berbahaya jika ibu hamil tersebut tidak segera ditangani pihak medis.
"Karena kita memikirkan keselamatan ibu dan bayinya," kata Laelatul Badriah.
Benar saja perkataan bu bidan, dua hari berselang kejadian tersebut yakni pada 14 Juni 2023, sebuah kabar pilu dibawa dari sang ibu hamil.
Bayi yang dikandung ibu hamil tersebut tidak bisa diselamatkan.
"Nunggu dua hari dulu, baru meninggal ditolong dukun," imbuh bidan Laelatul Badriah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/viral-pecah-ketuban-tribunmedan.jpg)