Barak Narkoba
PERUT BUNCIT, Samsul Tarigan Terekam Pimpin Penyerangan ke TNI/Polri, Kasat Reskrim: 13 Tersangka
Samsul Tarigan, pemilik Diskotek Key Garden terekam kamera memimpin penyerangan terhadap polisi dan TNI saat penggerebekan barak narkoba
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Samsul Tarigan, Ketua Satgas OKP yang disebut sebagai pemilik dan pengelola barak narkoba di Dusun Tanjung Pamah, Desa Namorube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang terekam kamera memimpin penyerangan terhadap polisi dan TNI yang melakukan penggerebekan.
Dalam video yang beredar di media sosial, tampak Samsul Tarigan menggunakan kaus hitam dan celana pendek memimpin anak buahnya mengadang polisi.
Samsul Tarigan yang perutnya buncit itu berjalan di sebuah lorong dengan posisi menantang, mendatangi kerumunan polisi yang hendak menertibkan barak narkoba miliknya.
Dalam video terlihat, begitu Samsul Tarigan maju ke bagian depan dari barak narkoba dan judi, anggotanya pun mulai melakukan pelemparan.
Baca juga: Beni, Mafia Judi Orang Dekat Samsul Tarigan Resmi Jadi Tersangka
Tampak dalam video anggota Samsul Tarigan melempari polisi dan TNI menggunakan batu.
Namun hebatnya, meski lokasi sudah dikepung, Samsul Tarigan bisa lolos.
Mantan DPO galian C ilegal ini tidak berhasil diringkus petugas.
Padahal, di lokasi katanya TNI juga ikut melakukan pengepungan.
"Samsul, tangkap, tangkap," teriak petugas disambut letusan senjata api.
Baca juga: Beni, Mafia Judi Orang Dekat Samsul Tarigan Resmi Jadi Tersangka
Hingga kini, Samsul Tarigan belum ditangkap.
Kuat dugaan, Samsul Tarigan meminta perlindungan ke berbagai pihak, agar dirinya tidak dijebloskan ke penjara.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa mengatakan bahwa saat ini sudah ada 13 orang yang dijadikan tersangka.
Isu beredar, bahwa dari 13 orang itu, Samsul Tarigan salah satunya.
Samsul Tarigan kabarnya dijadikan tersangka atas pasal penyerangan dan penyediaan barak narkoba dan judi.
"Nanti akan kami sampaikan identitasnya kalau sudah tertangkap semua," kata Fathir, Rabu (12/4/2023).
Baca juga: Tak Ada Perlawanan, Polda Sumut Pasrah Kalah Prapid dari Samsul Tarigan
Pria diduga anggota Kodam ancam bunuh jurnalis
Seorang pria berbadan tegap, diduga anggota Kodam I/Bukit Barisan mengancam akan menghilangkan paksa nyawa jurnalis yang meliput penangkapan terduga bandar judi dan narkoba bernama Beni di Polrestabes Medan, Senin (10/4/2023) malam.
Mulanya, jurnalis Tribun-medan.com melakukan peliputan penangkapan bandar judi dan narkoba bernama Beni, yang ditangkap Polrestabes Medan di barak narkoba Dusun Tanjung Pamah, Desa Namo Rube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.
Setelah penangkapan Beni, sepasukan anggota TNI AD datang ke Polrestabes Medan.
Di sana, tampak mobil dinas pejabat TNI AD bernomor 204-I berlogo bintang satu parkir di depan kantor Kabag Ops Polrestabes Medan.
Tampak pula dua orang berpakaian lengkap loreng-loreng hadir berdiri di depan kantor Kabag Ops Polrestabes Medan.
Tribun-medan.com yang kebetulan ada di sana lantas melakukan pengambilan gambar suasana, hingga mengambil gambar mobil pejabat TNI AD itu.
Namun, tiba-tiba saja seorang pria berbadan tegap yang diduga anggota TNI AD Kodam I/Bukit Barisan mendatangi Tribun-medan.com.
Pria tersebut mengamuk, karena awak media mengambil gambar mobil dinas berjenis Mitsubishi Pajero warna hijau khas TNI AD itu.
"Kau hapus itu, ngapain kau foto - foto," kata pria yang tidak mau menyebutkan namanya itu, Senin malam.
Mendengar hal tersebut, Tribun-medan.com lantas menjelaskan, bahwa pengambilan gambar suasana Polrestabes Medan hingga foto mobil dinas demi kepentingan jurnalistik.
Setelah dijelaskan, pria berbadan tegap diduga anggota Kodam I/Bukit Barisan itu tak membantah, kemudian bertanya mengenai identitas Tribun-medan.com.
Kemudian, pria berbadan tegap ini mencatat identitas awak media di handphonenya, sembari mengumpat dan mengancam akan menghilangkan paksa nyawa jurnalis Tribun-medan.com.
"Tribun itu, kita cari keluarganya. Nanti kita bikin hilang tanpa jejak," kata pria diduga anggota Kodam I/Bukit Barisan tersebut.
Terkait pengancaman dan penghilangan paksa nyawa itu, Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Rico Julyanto Siagian sempat menanyakan identitas pria tegap yang melakukan pengancaman.
Namun, saat kejadian, pria tersebut tidak mau menunjukkan identitasnya.
"Oh, gitu pak? Bapak enggak tahu, apa lagi saya. Kita tunggu saja info nya ya," kata Rico kepada Tribun-medan.com, Selasa (11/4/2023).
Lalu, saat disinggung soal keberadaan anggota TNI AD di Polrestabes Medan setelah penggerebekan barak narkoba, Rico mengaku tidak tahu.
"Waduh, kurang paham juga pak. Mungkin giat bukber atau rapat atau koordinasi, bagusnya tanya langsung di lapangan," sebutnya.
Tidak jelas punya kepentingan apa
Pascapenggerebekan barak narkoba di Dusun Tanjung Pamah, Desa Namorube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, sepasukan anggota TNI AD mendatangi Polrestabes Medan.
Namun, tidak jelas kepentingannya apa.
Apakah kedatangan mereka untuk koordinasi pascapenggerebekan, atau ada motif lain, mengingat yang ditangkap Polrestabes Medan adalah mafia judi bernama Beni.
Saat mendatangi Polrestabes Medan, anggota TNI AD menemui Kabag Ops Polrestabes Medan.
Ada kurang lebih lima jam mereka bertahan di Polrestabes Medan.
Setelahnya, mereka kemudian meninggalkan Polrestabes Medan.
Berkenaan dengan masalah ini, tidak ada penjelasan apapun, kenapa pasukan TNI AD datang mendadak ke Polrestabes Medan.
Samsul Tarigan kabarnya sudah DPO
Samsul Tarigan, Ketua Satgas OKP di Sumut kabarnya kembali masuk sebagai daftar pencarian orang (DPO) Polrestabes Medan.
Kali ini, Samsul Tarigan diisukan DPO dalam kasus perjudian dan narkoba yang ada di Dusun Tanjung Pamah, Desa Namorube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.
Dalam penggerebekan barak narkoba dan judi pada Senin (10/4/2023) sore kemarin, Samsul Tarigan disebut lolos dari penangkapan.
Padahal, polisi sudah meletuskan senjata berkali-kali di lokasi penggerebekan, sembari teriak "TANGKAP SAMSUL".
Baca juga: Beni, Mafia Judi Orang Dekat Samsul Tarigan Resmi Jadi Tersangka
Baca juga: Juli dan Ateng, Orang Dekat Samsul Tarigan Kabarnya Ikut Ditangkap Polrestabes Medan
Meski Samsul Tarigan lolos dari penyergapan, tapi polisi berhasil menangkap Benny Tiohari alias Beni.
Beni adalah mafia judi yang juga dikenal sebagai penyandang dana lokasi barak narkoba dan judi yang ada di dekat Diskotek Key Garden, milik Samsul Tarigan.
Beni merupakan 'orang dekat' Samsul Tarigan, yang kerap berkomunikasi dengan Juli, adik perempuan Samsul Tarigan.
Dalam penangkapan kemarin, Juli juga ditangkap tapi belum dijadikan tersangka oleh Polrestabes Medan.
Baca juga: Polisi Letuskan Senjata Kejar Samsul Tarigan, Mobil TNI Datangi Polrestabes Medan
Selain menangkap Juli, Polrestabes Medan juga menangkap Edison Tarigan, paman dari Samsul Tarigan.
Selain itu, ditangkap juga Ateng, Sekjen Satgas OKP, anak buah Samsul Tarigan.
Dari nama-nama tersebut, belum ada yang jadi tersangka, termasuk paman dari Samsul Tarigan yang selama ini santer dikabarkan turut berperan mengelola Diskotek Key Garden dan barak di sekitar tempat hiburan malam tersebut.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa membenarkan pihaknya ada memburu empat orang lain dalam kasus barak narkoba dan judi ini.
Baca juga: Samsul Tarigan Kalahkan Polda Sumut, Politisi Golkar: Lagu Lama Semuanya
Baca juga: DPO Samsul Tarigan yang Berfoto Bareng Arteria Dahlan Masih Buron, Polda Sumut Minta Serahkan Diri
Namun, Fathir belum merinci, siapa empat orang yang dimaksud.
Dari empat orang yang diburon, santer dikabarkan nama Samsul Tarigan masuk dalam list pengejaran.
Informasi di Polrestabes Medan, Benny Tiohari alias Beni, mafia judi dan penyandang dana di barak narkoba dan judi santer dikabarkan sudah buka mulut soal dugaan keterlibatan Samsul Tarigan.
Sehingga, polisi kabarnya turut memasukkan Samsul Tarigan menjadi DPO baru, usai lolos sebagai DPO galian C ilegal yang ditangani Polda Sumut.
Baca juga: SOAL MARKUS di DPR RI, Arteria Dahlan Keberatan, Tapi Pernah Berfoto dengan DPO Polda Sumut
"Ada empat orang lagi yang masih kami lakukan pengejaran, status keempatnya juga sudah tersangka," kata Fathir, Selasa (11/4/2023) sore.
Namun, Fathir belum mau merincinya.
Ia ingin menangkap semua bandit, termasuk orang yang namanya santer disebut sebagai pengelola dan pemilik barak narkoba di Dusun Tanjung Pamah tersebut.
"Untuk Beni sudah jadi tersangka," tegas Fathir.
Baca juga: HAMPIR Tiga Tahun Berkeliaran, Polda Sumut Sebut Lagi Fokus Buru DPO Samsul Tarigan
Baca juga: SOSOK Samsul Tarigan, DPO Polda Sumut Mantan Ketua OKP yang Pernah Jadi Pengutip Rekap Togel
Berikut ini daftar pelaku yang sudah dijadikan tersangka oleh Kompol Teuku Fathir Mustafa:
1. Benny Tiohari (40) warga Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kelurahan Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai.
2. Surya Darma (48) warga Jalan Gunung Karang, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai.
3. Eko Syahputra (36) warga Jalan Gajah Mada, Kelurahan Tunggorono, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai.
4. Riko (31) warga Puji Dadi, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai.
5. Tison Tarigan (53) warga Dusun Bandar Jo Kwala Mencirim, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat.
6. Ariand Sembiring (20) warga Tanjung Pamah, Desa Namorube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.
7. Genta (62) warga Tanjung Pamah, Desa Namorube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.
8. Fernanda Tarigan (38) warga Kelurahan Namu Ukur Selatan, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat.
9. Junaidi (31) warga Kelurahan Namu Ukur Selatan, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat.
Adik dan paman Samsul Tarigan ikut ditangkap
Petugas gabungan Polrestabes Medan tidak hanya menangkap terduga bandar judi dan narkoba bernama Beni di barak narkoba Dusun Tanjung Pamah, Desa Namorube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.
Menurut informasi, polisi juga mengamankan tiga orang lainnya, yang disebut-sebut merupakan orang dekat dari Samsul Tarigan, pria yang dikenal sebagai pemilik Diskotek Key Garden.
Adapun mereka yang kabarnya ikut ditangkap Sat Reskrim Polrestabes Medan yakni Edison Tarigan, Juli dan Ateng.
Dari keterangan di lapangan, Juli ini kabarnya merupakan adik kandung Samsul Tarigan, mantan DPO kasus galian C ilegal Polda Sumut.
Baca juga: BREAKING NEWS Usai Gerebek Barak Narkoba di Kutalimbaru, Polrestabes Medan Didatangi Polisi Militer
Baca juga: Mafia Judi Ditangkap Polrestabes Medan, Diduga Anggota Kodam I/BB Ancam Hilangkan Nyawa Jurnalis
Sementara Ateng, merupakan Sekjen Satgas OKP, yang juga orang dekat Samsul Tarigan.
Dan Edison Tarigan, disebut sebagai paman dari Samsul Tarigan.
Kabag Ops Polrestabes Medan, AKBP Arman Muis belum mau merincikan lebih lanjut, apa peran masing-masing pelaku yang diamankan ini.
Baca juga: Dijawab eks Mafia Judi di Indonesia Soal Diagram Konsorsium 303: Kami Ada komunitas Grup Telegram
Dia juga belum mau merinci identitas para pelaku yang ditangkap.
"Saat ini masih terindikasi sekitar tujuh orang (yang diamankan), dan masih dalam proses pemeriksaan. Mereka perannya seperti apa, itu nanti Sat Reskrim yang akan menjelaskan," katanya.
Santer kabar di lapangan menyebutkan, bahwa Juli disebut-sebut mendampingi Beni saat penangkapan berlangsung.
Baca juga: Samsul Tarigan Kalahkan Polda Sumut, Politisi Golkar: Lagu Lama Semuanya
Baca juga: Samsul Tarigan, DPO Mafia Galian C Masih Berkeliaran dan tak Mampu Ditangkap Polda Sumut
Sementara Ateng dan yang lainnya, ikut melakukan penyerangan, setelah tahu Beni si penyandang dana judi ditangkap.
Mengetahui adik Samsul Tarigan ditangkap, sejumlah preman diduga anak buah Samsul Tarigan mengamuk.
Mereka disinyalir tidak terima, adik dari sang Ketua ditangkap oleh Polrestabes Medan.
Namun begitu, Polrestabes Medan belum mau merinci penangkapan ini.
Padahal, sudah ada beberapa polisi yang terluka dilempari batu.(tribun-medan.com)