Berita Sumut
Keluarga Bripka Arfan Saragih Melapor ke Bareskrim Polri: Ada Dugaan Pembunuhan
Keluarga telah melaporkan kejanggalan tewasnya Bripka Arfan Saragih ke Polda Sumut dan Mabes Polri.
Penulis: Anugrah Nasution |
Dari keterangan keluarga, wajah Bripka Arfan mengalami luka seperti tersiram air panas, selain itu kuping mengeluarkan darah dan kepala belakang ada luka seperti dipukul benda tumpul.
Baca juga: Bripka Arfan Saragih Ancam Bongkar Megakorupsi sebelum Ditemukan Tewas di Tebing Curam
"Kalau sekarang dibilang bunuh diri sampai sekarang aku tidak percaya. Wajah anakku itu hitam sebelah kiri, mata juga terbuka satu, lalu tanganya diletakkan di dadanya, terus kepala belakangnya luka seperti dipukul, terus di tulang rusuk juga," ujar Fince.
Polisi Temukan Resi Pesanan Racun Bripka Arfan
Bripka Arfan Saragih ditemukan tewas di tebing curam Dusun Simullop, Desa Siogung Ogung, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir oleh anggota Polres Samosir pada 6 Februari 2023 lalu.
Menurut polisi, Bripka Arfan meninggal karena bunuh diri setelah menggelapkan uang pajak Rp 2,5 milliar.
Kasus penggelapan uang pajak kendaraan itu saat ini tengah diusut kepolisian.
Selain Arfan, polisi juga telah menetapkan tiga pegawai Bapenda Samosir yang diduga berkomplot dengan Bripka Arfan Saragih.
Sejauh ini Tiga pegawai Bapenda Samosir yakni ET alias Acong, RB dan JM ditetapkan sebagai tersangka kasus penggelapan pajak kendaraan sebanyak Rp 2, 5 Miliar.
Selain itu, Polres Samosir juga mengumumkan menemukan bukti baru atas meninggalnya Bripka Arfan Saragih yang diduga bunuh diri dengan cara menegak racun.
Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Natar Sibarani menyebut, pihaknya menemukan adanya pesanan almarhum Bripka Arfan Saragih melalui aplikasi jual beli online membeli racun Potasium Sianida sebanyak 1 kilogram.
"Hasil dari penelusuran dan penyelidikan tim opsnal Satreskrim ditemukan resi pemesanan dan pembelian secara cod (cash on deliverry melalui jasa pengiriman JNT ,dari toko Friza tani Bogor, memesan racun potasium sianida sebanyak 1 kilogram," ujar Natar, Senin (20/3/2023).
Katanya, racun tersebut dipesan atas nama Bripka Arfan Saragih pada 23 Januari 2023 lalu.
Racun itu dipesan seharga Rp 131 ribu.
"Seharga Rp 131.000 dan dimulai pengiriman tanggal 23 Januari 2023," sambungnya.
Baca juga: Bripka Arfan Saragih Tewas Setelah Diancam Kapolres Samosir, Istri: Kapolres Tidak Takut Jenderal
Dari pesanan online tersebut, tertera nama Bripka Arfan Saragih sebagai pemesan dan tertera alamat pesanan yakni kantor Samsat Samosir tempat Bripka Arfan bekerja.
Racun pesanan itu kemudian tiba di Samosir pada 30 Januari 2023, atau enam hari sebelum Bripka Arfan ditemukan tewas oleh polisi.
"Tertera atas nama pemesan Arfan Saragih beralamat Samosir, Pangururan Sumatera utara samosir tepatnya di kantor Samsat Samosir," tutupnya.
(cr17/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Keluarga-Bripka-Arfan-Saragih-Melapor-ke-Bareskrim-Polri.jpg)