Kisruh Musda FSPTI KSPSI
BREAKINGNEWS Musda VI FSPTI KSPSI Nyaris Bentrok, Massa Bubar Setelah Dapat Nasi Bungkus
Musda VI FSPTI KSPSI nyaris berakhir ricuh setelah massa Timbul Limbong menggeruduk lokasi acara di Hotel Grand Inna
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Musyawarah Daerah atau Musda VI FSPTI KSPSI (Federasi Serikat Pekerjaa Transportasi Indonesia-Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Sumut, di Hotel Grand Inna, Jalan Balai Kota, Kota Medan, nyaris ricuh.
Keributan bermula dari terpecahnya kepengurusan FSPTI KSPSI Sumut.
Saat Musda berlangsungnya, kelompok yang tidak sepakat di bawah kepemimpinan Timbul Limbong menggelar aksi di depan hotel.
Unjuk rasa itu mengundang perhatian dari kelompok yang menggelar Musda di bawah kepemimpinan Mbelin Brahmana.
Baca juga: Meski Ngaku Anggota SPSI, Preman Sok Keras Ini Tetap Digolkan Polsek Delitua
Baca juga: Korban Penggelapan Pajak Bripka Arfan Saragih Kesal, Kini Harus Bayar Pajak Lagi beserta Dendanya
Menurut Ketua DPD FSPTI KSPSI Sumut, Timbul Limbong, kehadiran kelompok mereka ke lokasi lantaran adanya Musda yang dianggap mereka keputusan sepihak.
"Sebenarnya kehadiran kami di sini karena adanya suatu acara Musda yang mengaku dari serikat pekerja," kata Timbul kepada Tribun-medan.com, Senin (20/3/2023).
Ia menjelaskan, padahal kelompok yang menggelar Musda ini telah dibekukan oleh Kementerian Hukum dan HAM.
Sementara itu, Timbul mengklaim bahwa FSPTI KSPSI Sumut di bawah kepemimpinannya lah yang sah di bawah naungan Kemenaker.
Baca juga: Emak-emak Ngamuk dan Hancurkan Warung Remang-remang, Dianggap Bisa Ancam Rumah Tangga
"Ini juga sebenarnya perkumpulan serikat pekerja transpot Indonesia yang telah dibekukan juga oleh Kementerian Hukum dan HAM pada tanggal 15 Desember 2022," sebutnya.
Timbul meminta kepada pihak kepolisian, untuk membubarkan Musda tersebut agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Amatan Tribun-medan.com, kedua kelompok ini sempat nyaris baku hatam.
Sementara, para peserta Musda yang tidak terima sempat hampir mengejar para kader yang menggelar unjuk rasa.
Aksi itu pun sempat dihalau oleh polisi yang telah bersiaga di lokasi.
Tampak polisi berpakaian lengkap bersiaga di tengah - tengah dua kelompok untuk mencegah keributan terjadi.
Keributan itu pun redam, setelah pihak kepolisian menggarans Musda tidak dillanjutkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/FSPTI-KSPSI-nyaris-bentrok.jpg)