Tribun Wiki
Sejarah Gedung Warenhuis di Kesawan Kota Medan, Supermarket Pertama Masa Kolonial Belanda
Tahukah kamu? Gedung Warenhuis dulunya merupakan supermarket pertama di Kota Medan yang dibangun masa kolonial Belanda.
Perkembangan sebuah kota dari sisi ekonomi juga menciptakan spot spot baru sebagai wujud urban.
Esplanade (Lapangan Merdeka) sebagai sebuah tempat terbuka umum menjadi sarana hiburan terbuka bagi orang Medan, untuk sarana hiburan lainnya seperti toko toko yang menjajakan barang barang baik dari kebutuhan primer, sekunder hingga tersier pun mulai banyak dibuka dibarat daya Esplanade.
Daerah yang dikenal dengan nama Kesawan menjadi deretan pertokoan dan juga tempat bersosialisasi bagi sesama orang Medan.
Tidak ada perbedaan warna kulit maupun bangsa di daerah ini, karena daerah ini hanya melihat seberapa banyak modal yang dimiliki untuk berbelanja atau bahkan sekedar untuk membayar secangkir kopi Jawa yang dahulu sangat terkenal.
Gedung di Sekitaran Warenhuis
Diantara banyak nya gedung dengan kekayaan seni arsitek di seputaran Kesawan ini ada satu bangunan yang mungkin luput atau bahkan tidak diketahui sama sekali sejarahnya oleh 'orang Medan' itu sendiri saat ini meskipun seringkali bangunan ini dilewati atau bahkan menjadi objek poto maupun video.
Medan Warenhuis atau secara kata per kata dapat kita sebut 'Pusat Pertokoan' yang jika kita konversi pada saat ini menjadi Mall atau Plaza adalah sebuah bangunan yang berada di persimpangan jalan Ahmad Yani (Huttenbachstraat) dan jalan Hindu (Hindoestraat).
Bangunan ini adalah pusat pertokoan terbesar dan pertama di Sumatra saat itu, ketika Singapura belum menjadi sebuah destinasi perbelanjaan bagi kaum sosialita.
Warenhuis menjadi tempat bagi kalangan bermodal untuk memuaskan hasrat belanjanya tentunya sesuai dengan banyaknya duit yang mereka miliki.
Letak bangunan ini mungkin jika dilihat dari perkembangan yang ada di sepanjang jalan Kesawan dapat dikatakan agak ganjil karena diposisikan agak tersembunyi di balik bangunan besar lainnya seperti gedung Lonsum (London Sumatra).
Tetapi jika kita lihat dari segi usaha jual belinya mungkin posisi yang diambil gedung Warenhuis ini sudah sangat tepat berada tepat di pinggiran sungai Deli.
Dianggap tepatnya pemilihan posisi bangunan karena moda transportasi sungai saat itu masih menjadi bagian penting selain moda transportasi darat seperti kereta api yang disuahakan oleh pihak DSM (Deli Spooweg Maatschapij).
Keindahan Arsitektur WarenHuis
Bangunan Warenhuis ini jika kita lihat baik baik sangat kaya akan inspirasi seni pada bidang arsitektur, fascade gedung berbentuk huruf 'L' ini sangat sarat dengan gaya klasik eropa.
Selain itu pada kedua menara yang juga difungsikan sebagai entrance jalur masuk dapat kita lihat bentuk gaya artdeco pada puncaknya.
Pada beberapa jendela di bagian atas kita juga dapat melihat jendela kaca dengan tekhnik patri, sebuah tekhnik yang pada saat itu sangat dikagumi, bentuk seperti ini dapat juga kita lihat pada koridor mesjid raya Medan dan beberapa bangunan besar peninggalan Belanda lainnya di kota Medan.
Jika kita memasuki bangunan dari sisi utara kita langsung akan disambut oleh altar tangga kayu menuju lantai dua dengan pola sederhana tetapi tidak kehilangan kesan kemegahan eropa nya, lalu berjalan di lantai dua kita juga akan disajikan deretan pintu pintu (sudah tidak sempurna lagi) pertokoan yang berdiri secara mandiri antara satu toko dengan toko lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/24112020_bangunan_bersejarah_terbengkalai_danil_siregar-4.jpg)