Tribun Wiki

Sejarah Gedung Warenhuis di Kesawan Kota Medan, Supermarket Pertama Masa Kolonial Belanda

Tahukah kamu? Gedung Warenhuis dulunya merupakan supermarket pertama di Kota Medan yang dibangun masa kolonial Belanda.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Warga melakukan sesi foto di depan bangunan bersejarah Gedung Warenhuis, Medan, Selasa (24/11/2020). Gedung Warenhuis merupakan supermarket pertama di Medan yang dibangun sekitar tahun 1916, kondisinya terbengkalai sejak bertahun-tahun. 

TRIBUN-MEDAN.com - Sejarah gedung Warenhuis Kota Medan memiliki kisah dari masa kolonial belanda. 

Bagaimana kisahnya? Simak artikel ini yang dirangkum dari berbagai sumber dan refrensi.

Gedung Warenhuis dulunya merupakan supermarket pertama di Kota Medan yang dibangun masa kolonial Belanda.

Gedung ini memiliki dua lantai, pilar-pilar kokoh yang berada di Jalan Jalan Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.

Pemko Medan menggelar pekan kuliner kondang UMKM di seputaran Gedung Warenhuis, Jalan Ahmad Yani VII Medan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari. 
Pemko Medan menggelar pekan kuliner kondang UMKM di seputaran Gedung Warenhuis, Jalan Ahmad Yani VII Medan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari.  (Istimewa)

Pada dinding gedung yang catnya sudah kusam terdapat tulisan: mulai dibangun pada 1916 oleh arsitek berkebangsaan Jerman G Bos dan diresmikan pada 1919 oleh Wali Kota Medan pertama Daniel Baron Mackay.

Namun, gedung dengan status milik Pemerintah Kota Medan ini belum diketahui pasti siapa pemilik aslinya.

Selain milik pemerintah setempat, gedung yang sudah berusia lebih dari 103 tahun itu telah menjadi cagar budaya.

Wali Kota Medan Bobby Nasution saat berkunjung ke bangunan bersejarah Gedung Warenhuis, Rabu (17/3/2021).
Wali Kota Medan Bobby Nasution saat berkunjung ke bangunan bersejarah Gedung Warenhuis, Rabu (17/3/2021). (Tribun Medan/HO)

Sekretaris Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial (PUSSIS) Universitas Negeri Medan, Erond Damanik pernah mengatakan, bangunan seluas 15 x 30 meter ini memiliki bungker untuk tempat menyimpan barang dagangan.

Supermarket ini menjual berbagai jenis barang, mulai makanan, pakaian, hingga produk elektronik.

Menjadi saksi dan bukti kalau sistem perdagangan di Kota Medan sudah maju sejak lama. 

Gedung ini pernah ditinggal, ditelantarkan, terbakar, lalu jadi rebutan.

Bobby Nasution saat berada di gedung Warenhuis
Bobby Nasution saat berada di gedung Warenhuis (HO / Tribun Medan)

Namun hanya bertahan sampai 23 tahun, tutup begitu Jepang masuk ke Kota Medan.

Sang pemilik, sekira tahun 1942 memilih pulang ke negara asalnya, Belanda karena kondisi Kota Medan yang mulai tidak kondusif.

Sejak ditinggalkan, gedung kokoh itu sempat menjadi kantor departemen tenaga kerja.

Setelah itu dibiarkan terlantar dimakan usia dan belukar, lalu terbakar pada 2013.

Sejarah Gedung Warenhuis Kota Medan
Sejarah Gedung Warenhuis Kota Medan (Tribun Medan)
Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved