Viral Medsos
Terkait Soal Utang Rp 50 Miliar Anies ke Sandiaga, Ini Tanggapan Juru Bicara JK dan Partai Demokrat
Erwin menyebutkan bahwa Sandiaga Uno memberikan utang kepada Anies untuk memenuhi kebutuhan logistik pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.
Dalam wawancara itu, Erwin menyebutkan bahwa Sandiaga Uno memberikan utang kepada Anies untuk memenuhi kebutuhan logistik pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.
"Kira-kira begitu, karena yang mempunyai likuiditas Pak Sandi. Kemudian, memberikan pinjaman kepada Pak Anies, karena waktu itu kan putaran pertama kan namanya juga lagi tertatih-tatih juga kan waktu itu," katanya.
"Nilainya berapa ya, Rp 50 miliar barangkali," ujar Erwin melanjutkan.
Ia mengaku ikut menyusun perjanjian tersebut bersama kuasa hukum Sandiaga, yakni Rikrik Rizkiyana. "Saya kebetulan ikut drafting lah perjanjian itu, ikut melihat, ikut, ya saya lihat tanda tangannya ada di situ. Yang buat juga itu lawyer, lawyer-nya Pak Sandi namanya Pak Rikrik," kata Erwin Aksa.
Selain soal utang piutang, Erwin menyebut perjanjian yang diteken Anies dan Sandiaga juga terkait pembagian tugas dan kerja sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.
Erwin mengatakan, perjanjian soal pembagian tugas itu diusulkan oleh Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK).
Ia menyebutkan, JK mengusulkan ada perjanjian tersebut karena JK juga membuat perjanjian serupa saat berduet dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada masa pemerintahan periode 2004-2009.
"Jadi, waktu itu Pak SBY kerja apa, Pak JK kerja apa, sama. Pak JK juga mengatakan, 'bikin saja perjanjian sama seperti waktu saya dengan Pak SBY 2004 presidennya Pak SBY, Pak JK wapres', Pak JK sendiri yang menasihati," ujar Erwin Aksa.
Sandiaga Uno Enggan Membahas Soal Utang Anies
Sementara, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerindra Sandiaga Uno enggan memperpanjang pembahasan soal utang Anies Baswedan Rp 50 miliar untuk Pilkada DKI Jakarta. "Saya tidak ingin melanjutkan pembicaraan mengenai ini dan lebih baik nanti para pihak yang mengetahui untuk bisa menyampaikan," ujar Sandi pada Selasa 7 Februari 2023.
Hal tersebut diputuskan oleh Sandiaga setelah dirinya memohon petunjuk kepada Tuhan. Selain itu, pertimbangan eks Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut juga merupakan hasil musyawarah dengan keluarga.
"Setelah saya salat Istiqharah, setelah saya menimbang berkoordinasi dengan keluarga, saya tidak ingin melanjutkan pembicaraan" ujar dia saat ditemui saat Hari Perayaan Satu Abad Nahdlatul Ulama di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.
Sudah Tidak Mempermasalahkannya
Sandiaga mengaku saat ini dia tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut. Ia menyebut fokus utamanya saat ini adalah menghadapi pemilu mendatang. "Tapi bagi saya sekian dan saya fokus menatap masa depan. Kontestasi demokrasi sebentar lagi, mari kita tatap masa depan dengan penuh suka cita dan gembira," kata Menteri Pariwisata RI tersebut.
Hubungan dengan Anies cukup baik
Meski demikian, Sandiaga menyebut saat ini dirinya tidak memiliki masalah dengan Anies Baswedan. Bahkan dia mengaku hubungan dengan eks Menteri Pendidikan RI tersebut masih cukup dekat. "Alhamdulillah baik kami bersahabat, dan tentunya sebagai seorang sahabat sekarang saya tugasnya saya di kementerian dan tugas saya untuk membangkitkan ekonomi dan mengawal momentum dari kebangkitan pariwisata indonesia," ujar dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Anies-Baswedan-lfhwioohfwqq.jpg)