Korban Pelecehan

Perawat RS Bina Kasih Korban Pelecehan Trauma Berat, Butuh Pendampingan Psikologis

ES, perawat RS Bina Kasih yang menjadi korban pelecehan sampai saat ini masih trauma berat

Tayang:
Editor: Array A Argus
HO/Tribun Medan
ILUSTRASI. Polrestabes Medan akhirnya meringkus seorang perawat pria berinisial AT, pelaku pelecehan terhadap perawatan wanita berinisial ES, yang bekerja di rumah Sakit Umum Bina Kasih. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - ES, perawat di RS Bina Kasih yang menjadi korban pelecehan seksual masih mengalami trauma berat.

Menurut NN, ibu korban, pascadilecehkan oleh pelaku berinisial AT, anak kesayangannya itu masih seperti orang ketakutan. 

"Dia lagi trauma berat, disuruh makan enggak mau, keluar enggak mau, ngomong enggak mau. Rasanya dia malu keluar pun," kata ibu korban saat diwawancarai, Rabu (4/1/2023).

Baca juga: Remas Organ Intim Rekan Kerjanya, Oknum Perawat Pria di RS Bina Kasih Ditangkap Polisi

NN menjelaskan, setelah kejadian, anaknya pun masih enggan kembali bekerja.

Namun, pihak rumah sakit malah memaksa korban untuk bekerja dalam keadaan trauma berat.

"Dipaksa masuk (kerja), anak saya tapi masih trauma. Waktu kejadian itu pun masih disuruh kerja. Habis ngelapor juga sempat dichatnya pihak rumah sakit, tapi enggak dibalas sama anak saya," sebutnya.

Baca juga: Perawat RS Bina Kasih yang Diremas Organ Intimnya hingga Nyaris Dirudapaksa masih Trauma Berat

Ibu yang berprofesi sebagai juru parkir ini juga mengaku, anaknya sempat mendapatkan intimidasi dari pihak rumah sakit, setelah kejadian.

"Ada orang rumah sakit bilang, katanya gini, jangan melapor kepada polisi, kan anak ibu juga yang malu katanya. Kata dia gini, sudah dipecat pelaku," tuturnya.

"Disuruh orang rumah sakit untuk tanda tangan surat pernyataan enggak nuntut. Rupanya pelaku masih kerja, jadi seolah - olah pihak rumah sakit membela tersangka," sambungnya.

Baca juga: Kuasa Hukum Korban Tuding RS Bina Kasih Lindungi Terduga Pelaku soal Kasus Dugaan Pelecehan Perawat

NN juga mengaku, telah mendapatkan kabar bahwa pelaku sudah ditangkap oleh polisi dan berharap agar pelaku dihukum seberat - beratnya.

"Sudah ada sampaikan oleh pengacaranya, pelaku sudah ditangkap. Kalau bisa pelaku di penjara dan dihukum seberat - beratnya," bebernya.

Selain itu, ia pun berharap kepada pemerintah agar turut membantu pemulihan trauma berat yang dihadapi oleh korban.

"Kalau bisa dapat bantuan psikologis dari pemerintah, supaya anak saya sembuh dari trauma nya," ungkapnya.

Baca juga: KONDISI Terkini Perawat RS Bina Kasih yang Jadi Korban Pelecehan Rekan Kerjanya, Trauma Berat

Polisi akhirnya meringkus pelaku pelecehan terhadap perawatan wanita berinisial ES, yang bekerja di rumah Sakit Umum Bina Kasih.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa membenarkan bahwa pelaku berinisial AT yang juga merupakan perawatan di rumah sakit tersebut telah ditangkap.

"Pelaku yang melakukan pelecehan di rumah sakit sudah ditangkap, dan saat ini sudah dilakukan penahanan," kata Fathir kepada Tribun-medan, Sabtu (31/12/2022).

Baca juga: Perawat RS Bina Kasih Diraba-raba saat Bertugas, Polrestabes Medan Bakal Usut Tuntas Kasusnya

Namun, ia belum menjelaskan secara detail terkait kapan dan dimana pelaku ditangkap oleh petugas.

"Nanti jelaskan akan kami sampaikan. Pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan penyidik," sebutnya.

Diketahui, seorang perawat wanita berinisial ES mengaku dilecekan oleh perawat pria berinisial AT, saat sedang piket malam.

Peristiwa itu terjadi di ruang ICU rumah Sakit Umum Bina Kasih, pada Sabtu (24/12/2022) dini hari.

ES mengaku, pelaku melecehkannya dengan cara meremas organ intim miliknya.

Selain itu, pelaku juga nyaris merudapaksa korban di ruangan kosong rumah sakit tersebut.(cr11/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved