Brigadir J Ditembak Mati
Ferdy Sambo Bantah Ikut Menembak Yosua, Hasil Tes Lie Detector Tunjukkan Dirinya Berbohong
Kepada Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso, Ferdy Sambo ngotot mengatakan tidak ikut menembak Brigadir Pol Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J)
“Apakah ada orang lain nembak?” tanya Hakim Wahyu.
“Saya tidak tahu,” singkat Ferdy Sambo.
Terkait pernyataan Ferdy Sambo yang mengklaim tidak tahu siapa penembak Brigadir J selain Richard, Hakim pun mengakhiri dengan mengatakan akan menyimpulkan kesaksian suami Putri Candrawathi tersebut.
Dalam persidangan, Richard Eliezer yang diberi waktu untuk menanggapi kesaksian Ferdy Sambo membantah telah menembak Brigadir J sebanyak 5 kali. Bukan hanya itu, Richard Eliezer juga membantah pernyataan Ferdy Sambo yang tidak mengaku turut menembak Brigadir J.
“Saya melihat Beliau menembak ke arah Yosua yang mulia dan saya juga tidak menembak sebanyak 5 kali,” ucap Richard.
Sebelumnya, JPU sempat bertanya soal hasil uji poligraf yang dijalani Ferdy Sambo dalam sidang.
“Saudara ditanyakan, apakah saudara melakukan penembakan terhadap Yosua, jawaban saudara apa?” tanya JPU ke Ferdy Sambo.
"Tidak," kata Ferdy Sambo.
Jaksa lebih lanjut bertanya kepada Ferdy Sambo, apakah sudah diketahui hasilnya untuk pertanyaan dan jawaban tersebut.
“Sudahkah hasilnya saudara ketahui?” tanya Jaksa.
“Sudah,” ucap Ferdy Sambo.
“Apa? (hasil pemeriksaan poligraf)?” kata Jaksa.
“Tidak jujur,” jawab Ferdy Sambo.
"Cukup, sekian yang mulia," kata JPU kepada majelis Hakim.
Mendengar hal itu, Ferdy Sambo langsung menjelaskan soal ketidak jujuran soal lie detector tersebut.
Menrutu Ferdy Sambo, hal itu tidak bisa dijadikan sebagai bukti di persidangan.
(*/tribun-medan.com/kompas tv)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ferdy-Sambo-memohon-maaf-kepada-anggota-Polri-yang-mendapatkan-hukuman.jpg)