Pemerkosaan
Pedagang Asongan dan Dua Temannya Perkosa Gadis di Bawah Umur, Korban Selamat Kabur ke Masjid
Seorang gadis di bawah umur mengaku diperkosa tiga pria di kos-kosan yang ada di Jalan SM Raja, Kota Medan
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Seorang gadis di bawah umur berinisial S mengaku diperkosa tiga pria di kos-kosan yang ada di Jalan SM Raja, Gang Sepakat, Kelurahan Siti Rejo I, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan.
Menurut informasi, gadis di bawah umur yang mengaku diperkosa ini selamat setelah kabur ke masjid di dekat lokasi kejadian.
Adapun peristiwa pemerkosaan ini berlangsung pada Minggu (4/12/2022) malam.
Baca juga: KRONOLOGIS Gadis di Bawah Umur Diperkosa di Kos-kosan Kota Medan, Warga: Kami Dengar Jeritan
Baca juga: NGERI, Diperkosa Tiga Pria, Remaja Putri di Jalan SM Raja Menjerit Lari ke Masjid
Kronologis kejadian
Dari informasi yang didapat Tribun-medan.com, pemerkosaan terhadap S bermula saat dirinya berkenalan dengan seorang pria di media sosial.
Lalu, korban pun dijemput oleh satu diantara pelaku di rumah temannya yang ada di Jalan Pancing, Medan.
Korban kemudian dibawa ke kos-kosan milik pria bernama Pendi di Jalan SM Raja, Gang Sepakat, Kelurahan Siti Rejo I, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan.
Baca juga: VIRAL Hotman Paris Sebut Ada ART Diduga Diperkosa Anak Majikan hingga Hamil 6 Bulan Malah Dipolisika
Sesampainya di kos-kosan milik Pendi itu, korban sempat diperkosa dua orang pria.
Ketika pria ketiga hendak melakukan aksi yang sama, korban pun kabur dan menjerit.
"Habis maghrib kejadiannya. Yang tinggal di kos-kosan itu namanya Pendi," kata M Syafii, warga sekitar.
Ia mengatakan, setelah kejadian, penghuni kos bernama Pendi kabur.
Baca juga: Reaksi Pangkostrad Maruli Simanjuntak Soal Prajurit Wanita Kostrad Diperkosa Anggota Paspampres
Syafii sendiri mengaku tidak begitu mengenal Pendi.
Yang dia tahu, Pendi adalah seorang pedagang asongan
Ketakutan dalam keadaan baju robek
Menurut warga bernama M Syafii, korban berinisial S yang masih berusia 14 tahun sempat terlihat ketakutan dengan kondisi baju robek.
"Awalnya korban keluar dari rumah (kos) itu, kebetulan saya mau salat Isya di masjid, jadi dia (korban) berhenti di depan pintu masjid dengan rasa macam ketakutan," kata Syafii.
Baca juga: PRAJURIT WANITA MUDA Infanteri 3/Kostrad Letda Caj (K) GER Diperkosa Anggota Paspampres Mayor Inf BF
Ia menuturkan, ketika berada di halaman masjid, tepat di depan kosan, korban dihampiri oleh salah satu pelaku menawarkan untuk mengantar korban pergi dari lokasi tersebut.
Namun, korban menolak ajakan pelaku dan tampak ketakutan.
"Jadi kalau memang khawatir dengan laki-laki itu, naik grab saja saya bilang. Katanya sudah mesan grab, korban juga ngaku enggak kenal sama laki-laki itu," sebutnya.
Syafii mengatakan, karena mengira tidak ada masalah, ia pun bergegas masuk ke dalam masjid dan meninggalkan korban.
"Posisi saya sudah masuk ke dalam masjid, karena dia berucap minta bantuan, saya pun penasaran dan balik lagi," tuturnya.
Syafi'i mengungkapkan, setelah itu ia pun menanyakan kepada korban apa yang sebenarnya terjadi.
Ketika itu, korban pun mengaku dianiaya dan diperkosa oleh para pelaku di dalam kamar kos milik Pendi.
"Jadi saya panggil Kepling, tidak lama keluar si laki-laki bernama Pendi, dijambaknya perempuan (korban) itu. Saya bilang, jangan kasar begitu," ujarnya.
Lalu, keributan itu ternyata mengundang perhatian warga.
Baca juga: Mengaku Diperkosa, Perempuan Muda Ini Diselamatkan Suami saat Hendak Tabrakkan Diri
Warga pun kemudian mengerumuni kos tersebut.
"Pendi ini seperti ketakutan dan ngeluarin motornya lalu pergi, karena belum jelas (masalahnya) kami enggak berani tahan," ungkapnya.
Setelah itu, dijelaskan Syafi'i, korban pun diintrogasi oleh warga di sana.
Ketika diinterogasi, baju korban tampak robek.
"Rumah kos itu sudah ramai, ada Kepling, kemudian diintrogasi memang terjadi percobaan pemerkosaan dan kekerasan," bebernya.
Baca juga: Padahal Sudah Sah, Bisa-bisanya Istri Ngaku Diperkosa Suami, Merasa Kesakitan: Tanpa Foreplay
Kemudian, setelah mendengar keterangan dari korban, Kepling pun memanggil pihak kepolisian.
Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Widi Lumban Raja membenarkan adanya pemerkosaan itu.
"Dia sudah diperkosa, jadi ada tiga orang, dua sudah memperkosanya, satu lagi belum. Dia sempat memaksa korban, terus korban melarikan diri," kata Iptu Widi Lumban Raja, Senin (05/11/2022).
Widi menjelaskan, korban sudah membuat laporan ke Polrestabes Medan.
Sementara ketiga pelaku dirinya sudah melarikan diri.(tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-pelecehan-seksual-dan-pemerkosaan.jpg)