Flu Babi

GPBI Sayangkan Bangkai Babi Terpapar Virus H1N1 Dibuang ke Sungai, Harap Pemerintah Turun Tangan

Ketua Gerakan Peternak Babi Indonesia (GPBI) Heri Ginting pun menyayangkan kemunculan bangkai babi terpapar Virus H1N1 dibuang ke sungai.

Penulis: Aprianto Tambunan |
Tribun Medan/Aprianto Tambunan
Penemuan bangkai babi di aliran Sungai Bederah di Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Jumat (2/12/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Wabah flu babi kembali merebak di Kota Medan dan menyebabkan ribuan hewan ternak kaki empat itu mati mendadak.

Usai banyaknya hewan ternak kaki empat mati, kini mulai bermunculan bangkai babi dibuang pemiliknya ke sungai. 

Baca juga: Flu Babi Melanda 9 Wilayah di Medan dan Deliserdang, Sudah Dua Ribu Ekor Babi Mendadak Mati

Ketua Gerakan Peternak Babi Indonesia (GPBI) Heri Ginting pun menyayangkan hal tersebut. Dirinya mendapat laporan kini bangkai babi ditemukan di aliran Sungai Bederah, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.

Menurut Heri, kondisi tersebut terjadi akibat tidak ada kebijakan pemerintah terhadap peternak babi yang hewan ternak kaki empatnya mati mendadak akibat terpapar Virus H1N1.

"Sangat disayangkan memang, cuman seharusnya pemerintah dapat membuat kebijakan seperti yang dilakukan oleh pemerintah yang ada di Bali, yaitu dengan cara babi yang sudah terpapar dan mau mati dibeli untuk di kubur massal," kata Heri Ginting, Jumat (2/11/2022). 

Bila tetap ada pembiaran, dikhawatirkan penyebaran Virus H1N1 akan semakin meluas.

"Ini pun dapat menyebabkan penyebaran virus semakin luas," ucapnya. 

Baca juga: Balai Veteriner Medan Benarkan Flu Babi Penyebab Ribuan Babi Mati, Imbau Para Peternak Lakukan Ini

Heri berharap, pemerintah tanggap dengan kasus ini, dengan cara menyediakan alat dan lahan untuk menguburkan bangkai babi yang sudah mati. 

"Semoga pemerintah tanggap dengan cara menyediakan alat dan lahan untuk menguburkan babi yang sudah mati, agar tidak dibuang lagi ke Sungai, pungkasnya. 

(cr29/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved