Berita Viral

Kasus Sekeluarga Tewas: Cerita Pegawai Koperasi Kaget Masuk ke Rumah, Lihat Mayat Membusuk di Kasur

Teka-teki kematian satu keluarga di dalam rumah di Kalideres perlahan terungkap. 

HO
Tim Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara kasus satu keluarga yang meninggal di Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (14/11/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com - Teka-teki kematian satu keluarga di dalam rumah di Kalideres perlahan terungkap. 

Empat orang meninggal dunia dalam waktu berbeda menjadi tanda tanya publik. 

Apalagi, keluarga tersebut disebut-sebut meninggal karena kelaparan. Padahal, satu keluarga itu memiliki aset mencapai miliaran rupia. 

Polisi telah membentuk tim untuk menemukan penyebab pasti kematian satu keluarga tersebut. 

Kasus satu keluarga yang tewas misterius di Perumahan Citra Garden 1 Extension Kalideres, Jakarta Barat, memasuki babak baru.

Polisi mengungkap bau busuk di rumah satu keluarga yang diduga berasal dari mayat itu, ternyata sudah tercium sejak Mei 2022.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengungkapkan ada tiga saksi mata yang sebenarnya sudah mengetahui pemilik rumah, Reni Margareta sudah menjadi mayat.

Ketiganya yaitu seorang mediator jual beli rumah dan dua pegawai koperasi simpan pinjam. Tak hanya mencium bau busuk, mereka bahkan sempat masuk ke dalam rumah satu keluarga itu.

Meskipun telah mengetahui pemilik rumah sudah menjadi mayat, kata Hengki, mereka tidak melaporkannya, baik kepada polisi atau warga sekitar.

Hal itu dilakukan setelah salah satu penghuni rumah, yakni Budiyanto Gunawan, meminta salah satu dari mereka untuk tidak melapor mengenai pemilik rumah yang sudah tewas.

"Salah satu saksi ini dikejar oleh Budiyanto. 'Tolong pak, jangan sampai dilaporkan ke polisi, jangan dilaporkan pihak RT ataupun warga sini dan ternyata tidak dilaporkan," kata Hengki di Jakarta pada Senin (21/11/2022).

Baca juga: Positif Covid-19, Putri Candrawathi Tak Hadiri Sidang Hari Ini, Hanya Ferdy Sambo di Bangku Terdakwa

Baca juga: HEBOH Pengakuan Mengejutkan Pinkan Mambo, Ungkap Hubungan Intim dengan 5 Pria

Hengki pun menyesalkan peristiwa itu tidak langsung dilaporkan kepada pihak berwajib, meski sudah ada pihak yang mengetahui kejadian tersebut.

"Yang kami sesalkan, seharusnya kita semua sebagai warga masyarakat tidak boleh permisif, kejadian seperti ini agar dilaporkan," ujar Hengki.

Hengki menjelaskan kronologi ketiga saksi mengetahui pemilik rumah sudah menjadi mayat berawal Budiyanto Gunawan berencana menggadaikan sertifikat rumah yang ditempatinya.

Budiyanto menghubungi seorang mediator dan langsung menyerahkan sertifikat asli rumah kepada mediator tersebut.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved