Banjir Tapteng

FOTO -FOTO Pengangkatan Jenazah Dua Anak dan Istri Pak Simbolon dari Reruntuhan Material Longsor

Kapolres Tapteng AKBP Jimmy Samma langsung memimpin evakuasi sampai malam hari dibantu warga dan BPBD mengevakusi hingga akhirnya berhasil

Editor: AbdiTumanggor
HO
Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP AKBP Jimmy Christian Samma langsung memimpin pencarian ketiga korban. Sekitar pukul 21.30, evakuasi menggunakan alat berat mulai dilakukan polisi bersama TNI dan BPBD. Hingga tengah malam, tiga orang yang ada di rumah itu belum juga berhasil ditemukan. Akhirnya pada Sabtu (12/11/2022) sekitar pukul 06.00, ketiga orang penghuni rumah itu berhasil ditemukan. Keluarga Pak Simbolon bersama istri, Kristina Simamora, dan dua anaknya, Mikael Simbolon, dan Taskia Simbolon tinggal di Kompleks SD Negeri Aek Dakka 2, Desa Siharbangan, Kecamatan Barus, Tapteng. (TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA) 

TRIBUN-MEDAN.COM - FOTO -FOTO Kapolres Tapteng AKBP Jimmy Christian Samma Turun Tangan Langsung Penggalian dan Pengangkatan Jenazah Dua Anak dan Istri Pak Simbolon dari Reruntuhan Material Longsor.

Terjadi bencana longsor di Desa Siharbangan, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumut.

Peristiwa tragis itu terjadi Jumat (11/11/2022) sekitar pukul 17.00 WIB tersebut.

Dalam kejadian ini, Bapak Simbolon kehilangan istri dan dua orang anaknya tertimbun longsor.

Korban tewas adalah Kristina Simamora (40) istri Pak Simbolon, dan dua anaknya bernama Mikael Simbolon (9) dan Taskia Simbolon (5).

Baca juga: Suami Mutilasi Istri di Doloksanggul, Beritahu Keponakan: Sudah Kumatikan Inangudamu

Baca juga: Muak Terus Ditanyai Kapan Hamil dan Punya Anak, Menantu Tantang Ibu Mertua Tonton Adegan Ranjangnya

Peristiwa ini turut diunggah sahabat dan keluarga korban melalui di media sosial Facebook.

"Sangat berduka akibat korban longsor. Kemarin sore terjadi longsor yang menimpa  rumah warga HKBP Siharbangan Ressort Barus.  Diketahui Pdt Edward Merincing Siahaan (Resort Manduamas, Tapteng) saat kembali dari Sinode HKBP Distrik Sibolga Tapteng Nias), dengan korban sebuah keluarga warga kecuali sang Ayah marga Simbolon. Istrinya br Simamora dan kedua anaknya tidak tertolong, meninggal dunia, seorang pria kelas 3 SD dan seorang perempuan TK. Amang Simbolon juga hampir tertimbun tanah, tinggal leher dan kepalanya saat ia berusaha menyelamatkan istri dan kedua anaknya. Ia kemudian diterjang tanah sehingga masih boleh selamat. Rumahnya rusak total. Saya barusan menghibur Bpk Simbolon dan lewat telpon genggam Pdt Edward yang terhalang pulang ke Manduamas akibat longsor itu menyampaikan 'ganti penghapus air mata.' Pdt Rustam Simanungkalit adalah Pelayan HKBP di sana. Kita doakan beliau dapat menghibur dan menopang Amang Simbolon yang sangat berduka. Kehilangan kekasihnya dan rumahnya," tulis Robin Butarbutar.

Baca juga: GAGAL Jadi Polwan, Mabes Polri Turun Langsung Tangani Kasus Sulastri yang Digugurkan Meski Lulus Tes

Kapolres Tapteng AKBP Jimmy Samma langsung memimpin evakuasi sampai malam hari dibantu warga dan BPBD mengevakusi hingga akhirnya berhasil mengeluarkan 3 korban tewas tertimpa longsor di Komplek SD Negeri Aek Dakka 2 Desa Siharbangan Kecamatan Barus Utara Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu (12/11/2022) Pagi.
Kapolres Tapteng AKBP Jimmy Samma langsung memimpin evakuasi sampai malam hari dibantu warga dan BPBD mengevakusi hingga akhirnya berhasil mengeluarkan 3 korban tewas tertimpa longsor di Komplek SD Negeri Aek Dakka 2 Desa Siharbangan Kecamatan Barus Utara Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu (12/11/2022) Pagi. (TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA)

Informasi yang dihimpun Tribun, Mikael masih duduk di bangku SD kelas 3, sementara Taskia masih TK.

Pada saat kejadian, Pak Simbolon juga ada di dalam rumah yang sudah hancur dihantam material longsor itu.

Dia satu-satunya penghuni rumah yang selamat pada peristiwa tragis tersebut.

Sumber Tribun mengatakan, Pak Simbolon sempat juga ikut tertimbun.

Saat itu tinggal leher dan kepalanya yang masih di atas tanah material longsor itu.

Dia berusaha menyelamatkan anak dan istrinya dalam keadaan yang sangat genting.

Namun dia kembali diterjang material longsor, hingga ia terpisah dari ketiga korban.

Jenazah ketiga korban kini disemayamkan di sebuah rumah keluarga mereka, di Barus.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved