Film
Promosikan Danau Toba dan Tradisi Masyarakat Karo Lewat Film Perik Sidua-dua
Dirinya menjelaskan, ketika kembali ke negaranya pria tersebut merasakan rindu dan tak sadar telah jatuh cinta.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
Film ini tergolong film lokal, yang diupayakan bisa tayang di Layar Lebar dengan memiliki kontrak legal dengan perusahaan seperti XXI. Untuk itu, perihal standart produksinya akan disesuaikan dengan platformnya.
Baca juga: SINEAS Karo Promosikan Danau Toba dan Tradisi Masyarakat Lewat Film Layar Lebar
"Film ini diperhitungkan akan berbiaya Rp1,250 Milyar dan merupakan modal awal perusahaan dan Rp750 juta sisanya diharapkan dari pada kontributornya," Ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap dengan kekuatan ide cerita dan naskah film yang baik, juga power dari 75 orang kontributor tertulis (Booklet), film ini akan masuk titik aman BEP jika sudah mampu menembus 100.000 orang penonton.
Di mana, modal 10 juta sudah menjadi 15 Juta, selain itu pembagian akan berlangsung hingga masa kontrak berakhir dengan perusahaan Bioskop.
Selanjutnya film ini akan dilepas menjadi milik publik, artinya bebas diakses oleh masyarakat luas melalui platform Youtube.
(mns/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Produser-film-Perik-Sidua-dua-Benson-Kaban.jpg)