Niat Puasa
Niat Puasa Nazar, Hukum, Keutamaan serta Tata Cara Melaksanakan Puasa Nazar
Puasa Nazar tidak dilakukan oleh semua orang Islam, artinya puasa nazar tidaklah wajib dijalankan, berbeda dengan puasa Ramadhan.
Penulis: Rizky Aisyah |
TRIBUN-MEDAN.com.MEDAN - Puasa Nazar adalah salah satu macam puasa yang dijalankan oleh umat Islam untuk memenuhi janji karena hajatnya telah terpenuhi.
Puasa Nazar tidak dilakukan oleh semua orang Islam, artinya puasa nazar tidaklah wajib dijalankan, berbeda dengan puasa Ramadhan.
Namun, hukumnya akan berbeda jika seseorang telah mendapatkan keinginannya dan berniat Puasa Nazar.
Puasa Nazar merupakan ibadah yang bersifat sunnah atau fardhu kifayah, tetapi puasa ini berubah hukumnya, yakni menjadi wajib apabila seseorang telah bernazar dan keinginannya tercapai.
Menurut Muhammad Ahsan dan Sumiyati dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, hukum puasa nazar telah dijelaskan dalam dalil Q.S Al-Insan ayat 7 yang berbunyi:
(YUUFUUNA BINNAZRI WA YAKHAAFUUNA YAWMAN KAANA SHARRUHUU MUSTATIIRAA)
Artinya:
Mereka memenuhi nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.
Niat Puasa Nazar
Untuk seseorang yang ingin melakukan puasa nazar, seseorang perlu untuk melafalkan niat puasa nazar pada malam hari, tepat sebelum melaksanakan puasa nazar.
NAWAITU SHAUMAN NADZRI LILLÂHI TA'ALA
Artinya : Saya niat puasa nazar karena Allah Ta'ala
Tata Cara dan Konsekuensi Puasa Nazar
Puasa nazar adalah puasa yang wajib dilakukan ketika keinginan seseorang terpenuhi dengan melakukan janjinya sesuai yang telah dinazarkan.
Setelah itu, seorang muslim wajib melakukan puasa nazar sehingga langkah awalnya adalah mengucapkan niat puasa nazar dan melaksanakan ibadah puasa sebagaimana puasa pada umumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Niat-Puasa-Nazar.jpg)