Brigadir J Tewas Ditembak

Brigadir Yosua, Seandainya Pun Kau Bersalah, Apa Seharusnya 'Main Hakim Sendiri' Kau Ditembak Mati?

Tim khusus bentukan Kapolri yang diisi para Jenderal dan juga pihak Komnas HAM masih tetap melakukan penyidikan. Dalam kasus kematian Brigadir J ini

Editor: AbdiTumanggor
ISTIMEWA/FACEBOOK
Kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Apakah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) memang harus ditembak mati?

Sudah memasuk hari ke-27 kasus kematian Brigadir J belum juga terungkap.

Tim khusus bentukan Kapolri yang diisi para Jenderal dan juga pihak Komnas HAM masih tetap melakukan penyidikan. 

Dalam kasus kematian Brigadir J ini, ada tiga Laporan Polisi (LP).

Pertama dan Kedua LP mengenai dugaan kasus pelecehan seksual dan pengancaman serta kekerasan yang dilaporkan Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi ke Polres Jakarta Selatan, Polda Metro Jaya.

Ketiga, LP mengenai dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yang dilayangkan oleh tim kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak ke Bareskrim Polri.

Kini, ketiga LP tersebut ditarik Bareskrim Polri. Adapun alasan pengambilalihan kasus ini karena pertimbangan efektivitas dan efisiensi penanganan.

"Dijadikan satu agar efektif dan efisien dalam menajemen penyidikannya," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, Minggu (31/7/2022).

Meski telah diambil alih (disatukan), namun Dedi menyebut proses penyidikannya tetap melibatkan penyidik dari Polres Metro Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya. "Penyidik Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan tetap masuk dalam tim penyidik timsus," pungkasnya.

Apakah Memang Brigadir J Seharusnya Ditembak Mati di Tempat?

Sebelumnya, Samuel Hutabarat ayah kandung dari Brigadir J, heran tidak ada CCTV di kamar dinas seorang jenderal bintang dua. Namun, belakangan diinformasikan Komnas HAM kalau CCTV di dalam rumah atau TKP sudah rusak.

Lanjut Samuel, lebih mengherankan lagi anaknya yang seorang sniper handal tidak kena menembak dengan jarak 5-7 meter saja.

"Masa anak saya nembak jarak dekat tidak kena, padahal lebih senior. Kecuali anak saya ini masih di SPN dan baru belajar nembak cocok," kata Samuel, Selasa (12/7/2022) lalu. "Secara bodoh saja berfikir," sambungnya.

Dengan tegas Samuel meminta kepada pihak kepolisian agar kasus ini diungkap secara benar-benar dan terang benderang. "Kasus ini harus diungkap dengan jelas termasuk soal CCTV," ujarnya.

Bahkan Samuel sempat menyindir kepada polisi. "Maaf pak, apa begini cara polisi menindak kepada yang (seandainya) jahat," katanya.

"Saya enggak bilang anak saya salah. Tapi taruhlah anak saya ini salah atau orang lain salah. Cara menangkap orang yang salah apa langsung ditembak membabi-buta. Seharusnya kan dilumpuhkan, baru tangkap," urainya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved