Skandal Berdarah di Rumah Kadiv Propam
PSIKOLOG Dampingi Istri dan Anak-anak Irjen Ferdy Sambo, Anak Bungsu Baru Berusia 1,5 Tahun
Skandal Berdarah di Rumah Kadiv Propam. Psikolog Dampingi Istri dan Anak-anak Irjen Ferdy Sambo, Anak Bungsu Baru Berusia 1,5 Tahun.
Benny kemudian menjelaskan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pengumpulan data dan bukti dari para saksi. Termasuk melihat dari foto-foto yang ada.
"Jadi kasus ini kan memang berawal dari terjadinya pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J. Dia masuk ke kamar istri (Kadiv Ferdy Sambo) lalu Bharada E dengar (suara minta tolong dan) langsung turun untuk mengecek ada kejadian apa. Nah setelah turun ternyata ditemui di situ ada Brigadir J yang justru malah menodongkan senjata kemudian melakukan tembak. Kemudian terjadilah tembak-menembak yang akhirnya Brigadir J meninggal dunia," jelas Benny.
Banyak orang bertanya, mengapa tujuh tembakan Brigadir J tidak ada yang mengenai Bharada E, sementara lima tembakan dari Bharada E itu kena semua ke Brigadir J.
"Nah yang pertama perlu dijelaskan bahwa kondisi Brigadir J ini dalam keadaan panik dalam keadaan tidak fokus untuk membidikkan senjatanya karena kaget ketahuan sehingga arah tembakannya tidak menentu, di samping itu juga terhalang oleh tangga. Sementara Bharada E dapat fokus karena dia ada di atas bisa mengarahkan senjatanya ke Brigadir J, ini posisinya sehingga memudahkan dia membidik. Di samping itu Bharada E ini ternyata memang juara menembak dari Brimob hingga bidikannya tepat, itu dalam sisi masalah (skil) tembakan," lanjut Benny.
Terkait beredarnya isu masalah ada luka sayatan dan luka-luka hingga terlihat lebam, Benny memberikan klarifikasi. "Sudah kami klarifikasi kami melihat langsung foto-fotonya tidak ada luka sayatan yang ada adalah luka bekas pecahan peluru. Kalau sayatan itu tipis ya seperti kena pisau itu kan tipis, itu tidak (terlihat ada). Kemudian juga dikatakan bahwa jarinya putus (itu) tidak, jarinya memang luka karena ketika dia megang pistol kena tembakan dari Bharada E," jelas Benny.
Selain itu, sambung Benny, saksi mengatakan tidak ada pemukulan yang terjadi dalam peristiwa itu. "Ketika melepas tembakan dan pelurunya itu mengenai benda lain baru mengenai tubuh, proyektil itu pecah, maka lukanya belum tentu selebar lingkarannya itu kalau kena peluru utuh," jelas Benny.
Sementara, terkait dengan pertanyaan mengapa tiga hari kemudian baru disampaikan ke publik, Benny menyebut bahwa pada saat itu adalah Hari Raya Idul Adha.
"Kita semua tahu dan itu Hari Raya Idul Adha dan kejadian sore, sehingga polisi yang fokus untuk olah TKP untuk mengumpulkan bukti dan tentunya semua orang sedang liburan atau sedang merayakan Idul Adha. Selain itu, masalah ini cukup sensitif tentunya harus dipastikan dulu kejadian sesungguhnya, baru kemudian bisa dirilis," jelas Benny.
Kendati demikian, untuk memperdalam dugaan dan opini yang berkembang di masyarakat, pihak kepolisian saat ini juga telah membentuk tim gabungan. Diharapkan dengan transparansi ini nanti masyarakat jadi lebih yakin bahwa penangananya betul-betul profesional transparan dan akuntabel.
Brigadir J tewas ditembak di rumah dinas Kadiv Propam Polri, Jumat lalu. (HO)
Sebelumnya diberitakan, Mabes Polri menyebut, baku tembak bermula dari teriakan istri Ferdy Sambo dari dalam kamar. Brigadir J diduga melakukan pelecehan dan juga mendongkan senjata ke istri Ferdy.
Teriakan istri Ferdy membuat Brigadir J panik dan bergegas keluar kamar.
Bharada E yang berada di lantai dua rumah dan melihat Brigadir J langsung menegur J.
Namun, Brigadir J tiba-tiba melepaskan sejumlah tembakan.
Hal serupa juga dilakukan Bharada E untuk melindungi diri dan istri majikannya.
Dalam kejadian itu, Brigadir J tewas, sementara Bharada E tak mengalami luka.
Sementara keluarga Brigadir J merasa ada kejanggalan. Bagaimana bisa Brigadir J yang merupakan seorang ahli menembak tak mampu mengenai Bharada E dari tujuh tembakan yang dilepaskan.
Kemudian, CCTV disebutkan rusak. Namun, decoder CCTV di Pos Satpam telah diganti sehari setelah kasus penembakan di rumah dinas tersebut. SELENGKAPNYA Baca: MAKIN TERANG, Decoder CCTV di Pos Satpam Perumahan Diganti Seseorang Tak Berdinas Usai Penembakan
Baca juga: SOSOK Putri Candrawathi Istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Pasangan Suami Istri Sama-sama Anak Jenderal
Baca juga: FOTO-FOTO Putri Candrawathi Istri Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo
(*/ Tribun-Medan.com/Kompas.com/Tribunnews.com/ Tribunjakarta)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Brigadir-J-dan-Kadiv-Propam-Polri.jpg)