Penyaluran Kredit Sektor Pertanian Tumbuh Positif, Didorong Komoditas Kelapa Sawit

Sektor pertanian, yang terdiri dari pertanian, perburuan, dan kehutanan, merupakan salah satu ujung tombak perekonomian Sumatera Utara.

Istimewa
Ilustrasi petani sawit 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sektor pertanian, yang terdiri dari pertanian, perburuan, dan kehutanan, merupakan salah satu ujung tombak perekonomian Sumatera Utara.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Wilayah Sumbagut, Yusup Ansori mengatakan di masa pandemi, penyaluran kredit terhadap sektor ini mengalami perlambatan hingga bertumbuh negatif.

Salah satu sumber perlambatan utamanya adalah kredit komoditas kelapa sawit yang bertumbuh negatif sepanjang tahun 2021.

Dikatakannya berdasarkan pemantauan per April lalu, kredit bank umum kepada sektor pertanian di Sumatera Utara sudah mulai menunjukkan pemulihan dengan pertumbuhan sebesar 7,80 persen yoy.

Pertumbuhan ini terutama didorong oleh pertumbuhan kredit komoditas utama Sumatera Utara yaitu kelapa sawit.

Kredit perkebunan kelapa sawit sebagai komoditas dengan share terbesar, yaitu 81,26 persen, akhirnya dapat bertumbuh positif dan relatif baik sebesar 5,59 persen yoy.

"Kredit komoditas utama lainnya juga tercatat bertumbuh cukup signifikan seperti padi dengan pertumbuhan 49,24 persen yoy dan kopi yang bertumbuh 40,88 persen yoy. Sementara untuk karet bertumbuh 5,01 persen yoy, " imbuhnya, Kamis (23/6/2022).

Terkait hal tersebut,ia mengatakan OJK senantiasa terus melakukan upaya untuk meningkatkan akses pembiayaan perbankan kepada para petani.

Salah satunya bersama pemerintah melalui TPAKD Sumatera Utara dengan memperbanyak pembentukan klaster pertanian dengan menciptakan ekosistem di kalangan petani yang mempermudah proses pengajuan, pencairan dan penjaminan kredit, sampai pemasaran produk pertanian.


Selain hal itu, kondisi sektor jasa keuangan di Sumatera Utara yang terdiri dari 110 entitas Perbankan, 84 entitas Pasar Modal, dan 188 entitas IKNB masih dalam kondisi yang stabil dan perlahan kembali bertumbuh.

Adapun sektor perbankan Sumatera Utara yang terdiri dari 2 bank berkantor pusat, 55 bank berkantor cabang, dan 53 BPR/BPRS pada April 2022 terpantau bergerak pulih dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dibanding periode pra pandemi Covid-19.

"Sektor perbankan Sumut bergerak pulih bahkan pertumbuhan dipantau lebih tinggi dibandingkan periode pra pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu, " ujarnya.

Dikatakannya, adapun total aset tercatat sebesar Rp 324,33 triliun dengan pertumbuhan double digit 12,39 pesen yoy.

Dana Pihak Ketiga (DPK) juga dapat bertumbuh double digit sebesar 12,45 persen yoy menjadi Rp 304,18 triliun.

Sementara itu, penyaluran kredit/pembiayaan sudah kembali bertumbuh positif dan relatif tinggi sebesar 6,66 persen yoy dengan total penyaluran Rp231,83 Triliun.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved