Konflik Gereja HKBP
Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun Tuding Polda Sumut Bertindak Represif, Teriakan Histeris Ada Preman
Jemaat HKBP Pabrik Tenun menuding petugas Polda Sumut bertindak represif saat melakukan pengamanan
"Perlu kami sampaikan, bahwa jemaat yang menolak Pendeta Rumondang Sitorus tidak pernah menghalangi kegiatan ibadah. Bahwa jemaat yang menolak Pendeta Rumondang juga tidak pernah melakukan tindakan yang berpotensi menggangu Kamtibmas," kata jemaat.
Kemudian, soal penolakan Pendeta Rumondang Sitorus merupakan dinamika internal gereja HKBP Pabrik Tenun.
Jemaat cuma ingin adanya transparansi dan akuntabilitas penggunaan uang Gereja HKBP Pabrik Tenun.
Dari video yang diperoleh Tribun-medan.com dari jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun, sempat terjadi kericuhan saat jemaat diamankan.
Sejumlah ibu-ibu teriak, dan menyebut ada preman di sekitar Gereja HKBP Pabrik Tenun.
Kendati demikian, sejumlah orang yang berada di sekitar aparat polisi menarik paksa jemaat keluar dari dalam Gereja HKBP Pabrik Tenun.
Mereka yang diamankan terdengar begitu histeris, hingga akhirnya diangkut paksa menggunakan mobil Sabhara menuju Polda Sumut.(tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jemaat-Gereja-HKBP-Pabrik-Tenun-diamankan-Polda-Sumut.jpg)