Konflik Gereja HKBP
Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun Tuding Polda Sumut Bertindak Represif, Teriakan Histeris Ada Preman
Jemaat HKBP Pabrik Tenun menuding petugas Polda Sumut bertindak represif saat melakukan pengamanan
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Jemaat HKBP Pabrik Tenun Jalan Pabrik Tenun, Kelurahan Sei Putih Timur I, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan menuding aparat Polda Sumut bertindak terlalu represif.
Tindakan represif dilakukan Polda Sumut ketika mengamankan jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun yang terlibat konflik internal pada Sabtu (21/5/2022) malam lalu.
Karena persoalan ini, jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun lantas meminta bantuan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) melakukan pendampingan.
Terkait hal ini, Tribun-medan.com masih berupaya mengonfirmasi pejabat di Polda Sumut.
Sementara itu, Staf Kajian KontraS Sumut, Rahmad Muhammad mengatakan, bahwa jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun datang ke mereka minta perlindungan.
"Benar, ada beberapa jemaat yang datang ke KontraS untuk menceritakan kejadian pada Sabtu kemarin dan meminta perlindungan," kata Rahmad, Kamis (26/5/2022).
Dalam laporannya, jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun merasa diperlakukan semena-mena.
Mereka merasa tindakan aparat Polda Sumut terlalu berlebihan.
"Kepolisian telah melakukan tindakan berlebihan dalam melakukan proses pengamanan. Sebab, jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun pada saat ditangkap dan dibawa paksa ke markas Polda Sumut tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menggangu Kamtibmas," kata seorang jemaat saat mengadu ke KontraS Sumut.
Jemaat mengatakan, mereka merasa keberatan dengan tindakan represif yang dilakukan Polda Sumut.
Setelah diamankan pada malam kejadian, sejumlah jemaat yang terdiri dari ibu-ibu dan bapak-bapak itu baru dipulangkan pada Minggu (22/5/2022) pagi sekira pukul 07.00 WIB.
Sebelum dipulangkan, mereka diperiksa, dan diminta membuat surat perjanjian.
"Perlu kami sampaikan, bahwa jemaat yang menolak Pendeta Rumondang Sitorus tidak pernah menghalangi kegiatan ibadah. Bahwa jemaat yang menolak Pendeta Rumondang juga tidak pernah melakukan tindakan yang berpotensi menggangu Kamtibmas," kata jemaat.
Kemudian, soal penolakan Pendeta Rumondang Sitorus merupakan dinamika internal gereja HKBP Pabrik Tenun.
Jemaat cuma ingin adanya transparansi dan akuntabilitas penggunaan uang Gereja HKBP Pabrik Tenun.
Dari video yang diperoleh Tribun-medan.com dari jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun, sempat terjadi kericuhan saat jemaat diamankan.
Sejumlah ibu-ibu teriak, dan menyebut ada preman di sekitar Gereja HKBP Pabrik Tenun.
Kendati demikian, sejumlah orang yang berada di sekitar aparat polisi menarik paksa jemaat keluar dari dalam Gereja HKBP Pabrik Tenun.
Mereka yang diamankan terdengar begitu histeris, hingga akhirnya diangkut paksa menggunakan mobil Sabhara menuju Polda Sumut.(tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jemaat-Gereja-HKBP-Pabrik-Tenun-diamankan-Polda-Sumut.jpg)