TRIBUNWIKI
SOSOK Didrikus Kelana, Pengelola Tip Top Restaurant, Pertahankan Orisinal Rasa dan Nuansa
Begitupun dengan ice cream, Kus tetap menggunakan sebuah alat dan metode yang dari dulu digunakan.
Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Ayu Prasandi
Kus pun menceritakan salah satu pelanggan sejak zaman dahulu dimana ia pernah menyantap ice cream bersama kakeknya. Kus mengatakan ia ingat dan mengenal betul dimana ia duduk dulu.
"Nah jadi banyak orang-orang yang bernostalgia dan ia masih mengingat itu, nuansa itulah yang kita pertahankan, " tegasnya.
Baca juga: Mie Gomak, Kuliner Medan yang Jadi Menu Favorit Saat Buka Puasa
Kenangan Pelanggan untuk Bernostalgia Indah Masa Lalu
Tak hanya bernilai sejarah sejak 1924, restaurant Tip-Top juga merupakan tempat berkumpulnya orang-orang yang ingin mengingat kenangan indah masa lalu.
Ketika duduk didalam maupun luar ruangannya, suasana romantis tempo dulu masih dapat dirasakan di tempat ini.
Kuh mengatakan pengalaman berkesan orang-orang dari zaman dahulu sangat banyak. Salah satu pelanggan menceritakan pada saat Presiden Soekarno singgah di Tip-Top lalu digelar satu acara tari-tarian.
Kala itu sang anak melihat ayahnya yang menari dan kisah itu ia ceritakan kepada Kuh untuk bernostalgia tempo dulu.
Begitupula, Kuh menunjukkan sebuah pajangan foto didinding tepatnya berada di sudut kiri luar ruangan, Kuh mengatakan itu merupakan sebuah foto Pasukan Sekutu.
Dalam foto tersebut tertulis keterangan foto Barisan Tentara Sekutu Ketika Melintas Didepan TIP TOP Restaurant Pada Tahun 1947 dan dibawahnya tertuliskan Allied Forces Were Marching In Front Of TIP TOP Restaurant in 1947.
Diceritakannya, pada saat itu ketika Agresi Belanda ke II tahun 1947, ketika pasukan Belanda mencoba merebut Indonesia dengan membonceng Pasukan Sekutu.
Kenangan dan foto lawas itu ia dengar dan dapatkan dari salah satu tentara Australia yang berada didalam foto tersebut.
Kala itu pada 1980, ia (tentara Australia) bercerita kepada ayah Kuh bahwa ia sedang ingin mampir ke Tip-Top untuk bernostalgia.
Ketika mengingat kenangan itu, ia pun mengirimkan pajangan foto tersebut kepada Tip-Top untuk menjadi kenang-kenangan.
Lanjutnya, kenangan manis juga datang dari salah satu orang barat yang ingin datang untuk bernostalgia, namun ia mengutus anaknya untuk datang ke Tip-Top untuk menyampaikan permintaan ayahnya meminta kenang-kenangan dari Tip-Top.
"Nah kebetulan disaat itu sekitar tahun 2007 saya baru selesai membuat sebuah menu khusus untuk ice cream dan saya berikan kepadanya, senang sekali dia," ujar Kus dengan gelak tawa yang hangat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pengelola-Tip-Top-Restaurant-Didrikus-Kelana.jpg)