Perang Rusia Ukraina

Gara-gara Dukung Ukraina, Rusia Balas Usir 8 Diplomat Jepang, Harus Angkat Kaki Sebelum 10 Mei

Dukungan pemerintah Jepang terhadap Ukraina yang tengah berperang melawan Rusia menimbulkan masalah baru.Rusia melakukan balasan terhadap Jepang.

Editor: Salomo Tarigan
Youtube TirbunTimur
ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com - Dukungan pemerintah Jepang terhadap Ukraina yang tengah berperang melawan Rusia menimbulkan masalah baru.

Rusia melakukan balasan terhadap Jepang.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Hirokazu Matsuno mengatakan, Duta Besar Jepang untuk Moskow Toyohisa Kozuki tidak termasuk di antara delapan diplomat yang akan diusir dari Rusia.

Baca juga: LIBUR NASIONAL 2022: Sebelum Mudik, Anda Wajib Tahu Periode Libur ASN,Cuti Bersama dan Libur Sekolah

"Saya ingin menahan diri untuk tidak mengomentari informasi pribadi mengenai delapan diplomat, tetapi Duta Besar Kozuki tidak ada di antara mereka," katanya, Kamis (28/4/2022) seperti dilansir TASS, Agensi Berita Rusia.

Seraya menambahkan bahwa keputusan Rusia untuk mengusir delapan diplomat Jepang tidak dapat diterima.

Dia menempatkan tanggung jawab atas kemerosotan dramatis hubungan bilateral sepenuhnya di pihak Rusia.

Menurut Matsuno, protes terkait sudah disampaikan melalui kedutaan di Moskow.

Pada hari Rabu, Kementerian Luar Negeri Rusia mendeklarasikan delapan diplomat Jepang personae non grata (Bahasa Latin yang artinya orang yang tidak diinginkan, red) atas dasar prinsip timbal balik.

Para diplomat ini harus meninggalkan Rusia sebelum 10 Mei.

Kemenlu Rusia memanggil perwakilan kedutaan Jepang untuk mengatakan bahwa pejabat Tokyo telah "memulai kursus anti-Rusia yang secara terbuka bermusuhan" setelah dimulainya operasi khusus Rusia di Ukraina.

Kementerian menekankan bahwa tanggung jawab sepenuhnya berada pada pemerintah Jepang, "yang telah memilih untuk menolak hubungan persahabatan dan konstruktif dengan Rusia." 

Jepang mengatakan pada awal April bahwa mereka akan mengusir delapan pegawai kedutaan dan misi perdagangan Rusia atas situasi di Ukraina dan operasi khusus Rusia di negara itu.

Baca juga: LIBUR NASIONAL 2022: Sebelum Mudik, Anda Wajib Tahu Periode Libur ASN,Cuti Bersama dan Libur Sekolah

Seperti diketahui pada 24 Februari 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer khusus sebagai tanggapan atas permintaan bantuan oleh kepala republik Donbass.

Dia menekankan bahwa Moskow tidak memiliki rencana untuk menduduki wilayah Ukraina, tetapi bertujuan untuk demiliterisasi dan denazifikasi negara tersebut.

Baca juga: LIBUR NASIONAL 2022: Sebelum Mudik, Anda Wajib Tahu Periode Libur ASN,Cuti Bersama dan Libur Sekolah

 Dukung Ukraina

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved