Penertiban Lahan Milik PT KAI

Barang Hilang saat Rumah Ditertibkan, Wanita Ini Laporkan PT KAI ke Polrestabes Medan

PT KAI dilaporkan ke Polda Sumut oleh seorang warga lantaran tak terima barangnya hilang saat ditertibkan

Tayang:
Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/GOKLAS WISELY
Beby Amelia, pemilik bangunan yang ditertibkan di Jalan Pandu melaporkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) wilayah Divre I Sumut melapor ke Polrestabes Medan, Kamis (31/3/2022)/Tribun Medan Goklas Wisely 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara sempat menertibkan lahan yang ada di Jalan Pandu, Kota Medan.

Lahan itu diklaim milik PT KAI.

Setelah penertiban berlangsung, ada warga yang melaporkan PT KAI ke Polda Sumut.

Alasannya, warga tersebut tidak terima, karena saat penertiban barangnya hilang.

Menurut pelapor bernama Beby Amelia, ia melaporkan personel PT KAI dengan delik aduan Pasal 363 Subs 362 KUHPidana. 

Adapun bukti lapor tertuang dalam bukti laporan STTLP/B/1089/III/2022/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara pada 31 Maret 2022. 

Baca juga: WARGA Jalan Pandu Terkejut Harus Ditertibkan, Puluhan Tahun Berjualan di Atas Lahan PT KAI

"Itu terjadi tanpa izin dari saya. Bahkan saya tidak ada di lokasi," kata Beby kepada Tribun-medan.com di Lapangan Merdeka, Kamis (31/3/2022)

Ia mengatakan, saat penertiban berlangsung, PT KAI tidak ada berkoordinasi dengan dirinya.

Namun Beby mengakui, ada surat pemberitahuan yang masuk ke rumahnya.

Dan surat itu sudah dibalas melalui pengacaranya.  

"Mereka juga belum memiliki sertifikat atas tanah tersebut. Mereka hanya punya peta zaman Belanda," sebutnya. 

Terkait persoalan tak bayar kontrak selama 11 tahun yang ditudingkan PT KAI, Beby mengatakan bukan tidak ingin membayar. 

Baca juga: TAK Bayar Kontrak 11 Tahun, PT KAI Eksekusi Aset Seluas 2.355 Meter di Jalan Pandu Medan

Hanya saja, bila PT KAI bisa membuktikan bahwa lahan tersebut milik mereka, maka Beby bersedia dengan lapang dada. 

"Tapi kalau tidak bisa dibuktikan, apakah kami harus bayar sewa ke oknum atau bagaimana?" ucapnya. 

Beby mengungkapkan, orangtuanya telah menempati lahan itu sejak tahun 1970 an dengan luas sekitar 1.500 Ha dan bangunan sekitar 400 an Ha. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved