TRIBUNWIKI
UPACARA Maguras Tao, Tradisi Batak Toba, Simbol Pemurnian Kembali Danau Toba
Melalui acara Manguras Tao, masyarakat sekitar melakukan praktik pembersihan dan repurifikasi secara simbolik terhadap Danau Toba.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
Biasanya, upacara ini dilakukan pada pagi hari pukul 08.00 WIB sampai sore hari pukul 16.00 WIB, tetapi terdapat jam istirahat pada jam 12.30 sampai 13.30.
Pada saat ritual Manguras Tao ini, alat musik tradisional Batak Toba Gondang pun digunakan.
Gondang ini bukan hanya satu jenis, namun terdapat beberapa jenis dari gondang. Selain itu, pada pelaksanaan ritual Manguras Tao ini, yang diperkenankan untuk berbicara selama proses upacaranya hanya Pemimpin Upacara.
Bagi masyarakat Batak Toba, upacara Manguras Tao ini bukan hanya berfungsi sebagai pengabadian kebudayaan dan adat turun temurun.
Baca juga: TRIBUN-MEDAN-WIKI: Tarian Ikan Kekek, Bagian Tradisi Masyarakat Pesisir Langkat
Tetapi, adat atau ritual ini ialah sesuatu yang mencakup seluruh jasmani dan rohani, termasuk hubungan antara manusia dengan pencipta dan sesama manusia.
Sehingga ritual ini diperkirakan abadi sebab masyarakat Batak Toba tak bisa dilepaskan dengan keberadaan Danau Toba.
(cr3/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Suasana-acara-ritual-Manguras-Tao-yang-diselenggarakan-pada-tahun-2018-di-Danau-Toba.jpg)