Perang Rusia Ukraina

AKHIRNYA Rusia dan Ukraina Sepakat Damai, Pasukan Putin Bersedia Hentikan Operasi Militer|

Babak baru, hubungan Rusia dengan Ukraina mulai membaik setelah melakukan perundingan di Istanbul, Turki.

Editor: Salomo Tarigan
Dok Mustafa KAMACI /LAYANAN PERS PRESIDEN TURKI / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) berbicara dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) 

TRIBUN-MEDAN.com - Babak baru, hubungan Rusia dengan Ukraina mulai membaik setelah melakukan perundingan di Istanbul, Turki.

Pertemuan Rusia dengan Ukraina menghasilkan hal positif bagi kedua negara.

Baca juga: Terbongkar Rahasia Syahrini Kenapa Pose Mesti Pakai Kacamata, Serasa Ada Yang Kurang dari Incess

Baca juga: Manfaat Pisang, Baik Dikonsumsi saat Sahur Berkhasiat Mengatasi Sembelit

Dalam pertemuan lanjutan yang digelar, Selasa (29/3/2022), kedua pihak sepakat mulai menyusun perjanjian menuju perdamaian.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (Image AP via Republicworld.com)

Kedua pihak pun menjadwalkan pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk menandatangani ketetapan damai.

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexander Formin mengaku akan menghentikan operasi militer ke arah ibu kota Kiev dan Chernihiv di Utara Ukraina secara fundamental.

Formin mengatakan kepercayaan itu diperlukan untuk membangun rasa saling percaya dan membuat prakondisi bagi negosiasi yang akan datang.

Baca juga: Polandia Kalahkan Swedia 2-0, Susul Portugal ke Piala Dunia Qatar 2022

Komentar Formin menandakan Rusia mau membatasi invasi besar-besaran ke Ukraina yang diluncurkan sejak 24 Februari lalu.

Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, pejabat militer Rusia telah mengumumkan tahap kedua invasi yang berfokus pada pembebasan kawasan Donbass di timur, dengan kata lain mengurangi atau justru meniadakan operasi militer ke jantung Ukraina.

Komando militer Ukraina sendiri telah mendeteksi penarikan pasukan Rusia di sekitar Kiev dan Chernihiv sebelum perundingan di Istanbul.

Baca juga: Polandia Kalahkan Swedia 2-0, Susul Portugal ke Piala Dunia Qatar 2022

“Berdasarkan fakta bahwa negosiasi persiapan kesepakatan tentang netralitas dan status non-nuklir Ukraina, serta tentang penyediaan jaminan keamanan bagi Ukraina, sudah beranjak ke persoalan praktis, mengingat prinsip-prinsip yang dibicarakan selama pertemuan hari ini (di Istanbul), Kementerian Pertahanan Federasi Rusia memutuskan untuk, secara fundamental, seiring waktu, menghentikan aktivitas militer ke arah Kiev dan Chernihiv untuk meningkatkan saling percaya dan membuat kondisi yang diperlukan untuk negosiasi lebih lanjut,” kata Formin dikutip Associated Press.

Baca juga: Manfaat Pisang, Baik Dikonsumsi saat Sahur Berkhasiat Mengatasi Sembelit


Sementara itu, kepala delegasi Rusia, Vladimir Medinsky menyebut kedua pihak menempuh pembicaraan substansial di Istanbul.

Medinsky menyatakan bahwa kedua pihak sepakat untuk mulai menyusun perjanjian untuk kemudian mempertemukan kedua kepala negara.

Baca juga: Terbongkar Rahasia Syahrini Kenapa Pose Mesti Pakai Kacamata, Serasa Ada Yang Kurang dari Incess

Namun, detail-detail perjanjian masih perlu dibahas lebih lanjut.

“Apabila perjanjian dikerjakan dengan cepat, kesempatan untuk menghasilkan perdamaian akan semakin dekat,” kata Medinsky.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu selaku salah satu mediator menyebut pertemuan di Istanbul berhasil mencapai progres yang paling berarti dengan delegasi Rusia-Ukraina berbagi konsensus dan saling pengertian.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved