Breaking News

Rusia vs Ukraina

Paus Fransiskus Telah Konsekrasikan Rusia-Ukraina, Pesan Bunda Maria 1917 Terpenuhi, Semoga Damai

Pada Tanggal 25 Maret 2022 Waktu Vatikan, Paus Fransiskus Telah Mengkonsekrasikan Rusia dan Ukraina pada Hati Tak Bernoda Maria.

Editor: AbdiTumanggor
tangkapan layar youtube
Pesan Bunda Maria 1917 Terpenuhi, Paus Fransiskus Konsekrasikan Rusia dan Ukraina ke Hati Maria Tak Bernoda. 

Pada Tanggal 25 Maret 2022 Waktu Vatikan Roma, Paus Fransiskus Telah Meng-konsekrasikan Rusia dan Ukraina pada Hati Tak Bernoda Maria. Semoga Damai Abadi!

TRIBUN-MEDAN.COM - Setelah sembilan hari melakukan doa novena, akhirnya Paus Fransiskus resmi meng-konsekrasikan Rusia dan Ukraina pada Hati Tak Bernoda Maria.

Sebelumnya, para pemimpin gereja ortodoks Ukraina dan para Uskuup telah mendesak Paus Fransiskus agar mengambil langkah dramatis untuk meng-konsekrasikan (menguduskan) Rusia dan Ukraina pada Hati Maria Tak Bernoda.

“Kami sangat senang dengan kenyataan bahwa Bapa Suci menanggapi secara positif permintaan para Uskup Gereja Katolik Latin, semua imamnya, dan semua umatnya,” kata Uskup Agung Lviv, Ukraina, Uskup Agung Mieczysław Mokrzycki pekan lalu.

“Untuk upacara ini kami ingin mempersiapkan umat kami dengan novena yang akan di mulai pada 17 Maret 2022. Kami memanggil semua orang Kristen di Ukraina untuk bergabung dalam novena ini, dan kami akan sangat berterima kasih jika seluruh Gereja di seluruh dunia akan bergabung dengan kami dalam doa untuk niat ini,” lanjutnya dikutip dari CNA.

Paus Fransiskus Telah Mengkonsekrasikan Rusia dan Ukraina pada Hati Tak Bernoda Maria
Pada Tanggal 25 Maret 2022 Waktu Vatikan, Paus Fransiskus Bersama-sama Seluruh Uskup di Dunia Telah Mengkonsekrasikan Rusia dan Ukraina pada Hati Tak Bernoda Maria.

Sebelumnya, konsekrasi Rusia kepada Hati Maria tak bernoda pernah dilakukan Sri Paus bersama dengan seluruh uskup Katolik lain di dunia yang diperintahkan oleh Maria saat menampakkan diri di Fátima pada Tahun 1917.

Biarawati Karmelit Suster Lúcia--- saat masih anak-anak---, salah satu dari tiga visiuner penampakan tersebut, menyatakan bahwa pada waktu berbeda, Bunda Maria memberikannya pesan agar berdoa Rosario, dan agar ia membuat sejumlah nubuat dan janji, salah satunya adalah konsekrasi Rusia yang akan mewujudkan periode masa damai.

Uskup Agung Mokrzycki dalam wawancara dengan CNA itu juga tampak mencoba untuk menavigasi dengan hati-hati seputar kontroversi selama puluhan tahun mengenai keabsahan pentahbisan Rusia oleh St. Paus Yohanes Paulus II tahun 1987 kepada Hati Maria yang Tak Bernoda, dengan mengatakan bahwa dia percaya itu dilakukan dengan benar tetapi itu akan akan bermanfaat untuk mengulangi untuk mengamankan perdamaian lagi, setelah pecahnya perang terbaru.

Uskup Agung Mokrzycki kepada CNA mengatakan, apa yang menyebabkan keputusan mengejutkan Paus Fransiskus, yang terkait erat dengan penampakan Santa Perawan Maria di Fatima, Portugal, pada tahun 1917.

“Selama situasi perang yang menyakitkan dan sulit ini, kami terus berdoa, merayakan Misa Kudus, memuja Sakramen Kudus, berpuasa dan mempersembahkan penderitaan kami memohon belas kasihan Tuhan. Kami bergabung dengan seluruh dunia dalam hal ini, tetapi kami melihat bahwa perang terus berlanjut,” kata Uskup Agung Mokrzyck kepada CNA.

“Jadi kami mengingat Bunda Maria dari Fatima, yang pada tahun 1917 mengatakan bahwa akhir perang akan datang jika Bapa Suci dan para uskup menguduskan Rusia kepada Hatinya yang Tak Bernoda, mempersembahkan Sabtu pertama setiap bulan dan berdoa Rosario Suci. Jadi kami meminta Bapa Suci untuk memenuhi permintaan itu sekali lagi, ”jelasnya.

“Ini adalah keinginan kami, ini adalah suara semua orang Ukraina,” pungkas Uskup Agung Mokrzyck.

Paus Fransiskus konsekrasikan Rusia dan Ukraina
Pada Tanggal 25 Maret 2022 Waktu Vatikan, Paus Fransiskus Bersama-sama Seluruh Uskup di Dunia Telah Mengkonsekrasikan Rusia dan Ukraina pada Hati Tak Bernoda Maria.

“Kami sebagai uskup ritus Latin, dalam konferensi uskup kami, kami pergi ke Bapa Suci, kami mengirim surat kepadanya dengan seruan ini karena kami masih memiliki harapan bahwa perang ini dapat segera berakhir," ujarnya.

“Berkat kunjungan Kardinal (Konrad) Krajewski, almoner Paus ke Ukraina, kami dapat mengulangi seruan ini kepadanya, ketika dia mengunjungi kami. Kami mendesaknya untuk membawa kembali (kepada Bapa Suci) permintaan ini,” lanjut uskup agung itu. “Jadi kami bersukacita ketika kami mendengar kembali kabar baik ini setelah dia kembali ke Italia.”

Kardinal Krajewski adalah salah satu dari dua utusan kepausan yang dikirim ke Ukraina pekan lalu sebagai ekspresi keprihatinan Paus terhadap penduduk negara yang terkepung.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved