Perang Rusia Ukraina
BANTUAN DATANG untuk Ukraina 1.500 Rudal anti-pesawat dari Jerman, Siap Gempur Rusia
Babak baru kondisi perang antara Rusia dengan Ukraina.Sebanyak 1.500 rudal anti-pesawat Strela dan 100 senapan mesin MG3 dari Jerman dilaporkan suda
TRIBUN-MEDAN.com - Babak baru kondisi perang antara Rusia dengan Ukraina.
BANTUAN DATANG untuk Ukraina 1.500 Rudal anti-pesawat dari Jerman, Siap Gempur Rusia
Sebanyak 1.500 rudal anti-pesawat Strela dan 100 senapan mesin MG3 dari Jerman dilaporkan sudah tiba di Ukraina pada Jumat (25/3/2022) waktu setempat.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman, Annalena Baerbock, menuturkan, ribuan rudal dan senapan mesin itu dikirim guna membantu Ukraina menghadapi gempuran Rusia yang sudah berlangsung sebulan lebih.
Baca juga: NGERI, Rusia Dicurigai Gunakan Bom Fosfor yang Dilarang Dunia Internasional, Bahayanya Senjata Kimia
"Kami adalah salah satu pemasok senjata terbesar dalam situasi ini.
Itu tidak membuat kami bangga, tapi itu lah yang harus kami lakukan untuk membantu Ukraina," kata Baerbock seperti dikutip Reuters.
• Mohamed Salah Merapat ke Juventus? Tolak Perpanjang Kontrak Liverpool karena Gaji tak Sesuai Harapan
Rudal Strela sudah menjadi senjata cadangan bekas tentara Jerman Timur.
Baerbock mengatakan, Jerman masih akan mengirim pasokan senjata lain ke Ukraina.
Namun, hal itu masih akan menyusul mengingat ada penundaan pengiriman.
Selain Jerman, sejumlah negara Barat juga terus berupaya memasok senjata bagi Ukraina yang masih berupaya menghadapi gempuran Rusia.
Baca juga: Polisi Tertembak, Terungkap Keanehan Meninggalnya Bripda Syahril Maulana Harahap, Ini Kata Kapolda
Baca juga: Harga Minyak Goreng di Alfamart dan Indomaret Hari Ini Termurah Rp 20.500, Cek Filma, Fortune, Sania
Baru-baru ini, Inggris juga mengirim 6.000 rudal tambahan dan dana 30 juta euro (Rp 474 miliar) untuk Ukraina.
"Kami tak bisa dan tak akan berdiam diri sementara Rusia menghancurkan kota-kota Ukraina menjadi debu," kata Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, dalam pernyataan resmi pada Kamis (24/3/2022) dikutip AFP.
"Inggris akan bekerja sama dengan sekutu kami untuk meningkatkan dukungan militer dan ekonomi ke Ukraina, serta memperkuat pertahanan mereka saat mereka membalikkan keadaan dalam peperangan ini," timpal Boris Johnson.
Meski disebut mulai leluasa melancarkan serangan balasan dan membuat tentara Rusia kewalahan, pasukan Ukraina disebut masih membutuhkan bantuan militer dan logistik.
Ukraina disebut membutuhkan setidaknya 500 rudal anti-tank Javelin dan rudal anti pesawat Stinger setiap hari untuk memperkuat pertahanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/zelensky-ikut-perang-tribunmedan.jpg)