Rusia vs Ukraina
NASIB PILU UKRANIA, Negaranya Sudah Luluh Lantak, NATO Ingkar Janji dan Kini Akui Kesalahan
Presiden Amerika Serikat Joe Bident menegaskan telah siap jika terjadi perang dunia ketiga tetapi bukan di Ukraina.
"Tidak ada prosedur jalur cepat," kata Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, penentang utama perluasan Uni Eropa, dikutip dari Reuters.
Sementara, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan UE harus memperdalam kemitraannya dengan Ukraina daripada berbicara tentang keanggotaan, yang akan membutuhkan kebulatan suara dari 27 negara anggota.
Scholz tidak mengomentari apakah UE harus melarang impor minyak Rusia, yang juga akan membutuhkan persetujuan semua anggota dan sejauh ini telah dikesampingkan oleh Berlin.
Rusia memasok sekitar sepertiga dari kebutuhan gas dan minyak mentah Jerman. Namun sanksi yang lebih keras didukung oleh Perdana Menteri Latvia Krisjanis Karins.
"Kita harus menghentikan ini. Ukraina sedang berjuang melawan pertarungan kita, mereka sedang berperang melawan militer. Kita harus memasok mereka dengan segala cara yang mungkin," katanya kepada wartawan.
"Dengan sanksi, kita harus melangkah lebih cepat dan lebih jauh," jelas Krisjanis.
Bertemu di Istana Versailles yang mewah di luar Paris, para pemimpin Uni Eropa menapaki garis tipis antara keinginan mereka untuk mendukung Ukraina dan untuk menghindari risiko tersedot ke dalam perang dengan Rusia yang bersenjata nuklir.
"Bisakah kita membuka prosedur keanggotaan dengan negara yang sedang berperang? Saya rasa tidak. Bisakah kita menutup pintu dan berkata, 'tidak pernah'? Itu tidak adil," ungkap Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Dia mengajak pemimpin UE lain untuk berhati-hati soal pemberian keanggotaan Ukraina.
"Mari kita berhati-hati," ucap Macron.
Tepat sebelum KTT, Macron dan Scholz menuntut gencatan senjata segera di Ukraina selama panggilan telepon bersama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Perang di Ukraina adalah trauma yang sangat besar. Tapi itu juga sesuatu yang pasti akan membawa kita untuk sepenuhnya mendefinisikan kembali struktur Eropa," kata Macron.
Kesalahan Besar NATO
Dikutip dari media Rusia TASS, pihak Uni Eropa dianggap membuat kesalahan besar dengan menjanjikan keanggotaan NATO ke Ukraina.
Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Josep Borrel pun mengakui hal tersebut. Hal itu dia sampaikan dalam sebuah wawancara dengan stasiun TV LCI pada Jumat (11/3/2022).
Dia mengungkapkan ada saatnya pihaknya bisa bereaksi lebih baik lagi terkait sesuatu hal. Sebagai contoh, mengusulkan hal-hal yang tidak bisa Uni Eropa jamin, khususnya terkait bergabungnya Ukraina ke NATO.
"Ada saat-saat kami bisa bereaksi lebih baik. Misalnya, kami mengusulkan hal-hal yang tidak dapat kami jamin, khususnya aksesi Ukraina ke NATO," ujar Josep Borrel.
Dia pun mengakui bahwa janji untuk memasukan Ukraina ke NATO adalah sebuah kesalahan. "Ini tidak pernah disadari. Saya pikir membuat janji yang tidak dapat kami penuhi itu adalah kesalahan," lanjut Josep Borrel.
Padahal di sebelumnya, Kepala diplomasi Eropa itu mengakui jika Barat telah mulai membangun jalinan hubungan dengan Rusia. "Dengan demikian, kami kehilangan kesempatan untuk membawa Rusia lebih dekat ke Barat," ujar Josep Borrel.
Ukraina Tidak Akan Menyerah
Sebelumnya, melalui video teleconference, Presiden Ukraina Zelensky berjanji tidak akan menyerah.
Dalam pidatonya, ia mengutip frasa terkenal Sastrawan William Shakespeare.
Zelensky menegaskan hasrat kebebasan rakyat Ukraina.
"To be or not to be?' - Anda tahu pertanyaan Shakespeare ini dengan baik. Tiga belas hari yang lalu, pertanyaan ini masih bisa diajukan tentang Ukraina. Tapi tidak sekarang. Jelas, 'menjadi'. Jelas, untuk bebas," kata Zelensky, pada Rabu (9/3/2022) kemarin.
Zelensky mengatakan rakyat Ukraina tidak akan menyerah dan tidak akan kalah dalam menahan serangan Rusia.
Di kesempatan itu juga, Zelensky mengutip kata-kata mantan PM Inggris Winston Churchill di Perang Dunia II, dia menyebut Ukraina akan memperjuangkan negara dengan pengorbanan apapun.
"Kami akan bertarung di laut, kami akan bertarung di udara, kami akan mempertahankan tanah kami, berapa pun biayanya. Kami akan bertarung di hutan, di ladang, di pantai, di kota dan desa, di jalanan, kita akan bertarung di perbukitan.... Dan saya ingin menambahkan: 'kami akan bertarung di ujung rampasan, di tepi Kalmius dan Dnieper! Dan kami tidak akan menyerah'!" tegas Zelensky dengan mata berbinar-binar.
(*/tribun-medan.com/kompas.com/kompas tv/tass/reuters)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Mariupol-ukraina-rumah-sakit-anak.jpg)