Rusia vs Ukraina

NASIB PILU UKRANIA, Negaranya Sudah Luluh Lantak, NATO Ingkar Janji dan Kini Akui Kesalahan

Presiden Amerika Serikat Joe Bident menegaskan telah siap jika terjadi perang dunia ketiga tetapi bukan di Ukraina.

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
Selebaran / Polisi Nasional Ukraina / AFP
Sebuah bangunan rumah sakit anak yang rusak, mobil yang hancur dan puing-puing di tanah setelah serangan udara Rusia di kota tenggara Mariupol, 9 Maret 2022. Para pemimpin internasional dan Ukraina menuduh Rusia melakukan serangan "biadab" di rumah sakit, karena warga sipil terus menanggung beban konflik dua minggu setelah invasi Moskow. 

"NATO juga tidak ingin invasi Rusia ke Ukraina meluas ke konflik terbuka antara aliansi tersebut dengan Moskwa," ujar Stoltenberg.

Ia memperingatkan, zona larangan terbang kemungkinan akan mengarah pada perang skala penuh.

Penolakan NATO terhadap permintaan Ukraina untuk memberikan perlindungan udara dari rudal dan pesawat tempur Rusia telah menuai kritik keras dari Kyiv, yang menuduh aliansi tersebut memberi Moskwa lampu hijau untuk melanjutkan serangannya.

"Kami bertanggung jawab untuk mencegah konflik ini meningkat di luar perbatasan Ukraina menjadi perang penuh antara Rusia dan NATO," kata Sekjen NATO tersebut kepada AFP di sela-sela forum di Turki.

Dia memperingatkan, zona larangan terbang di atas Ukraina kemungkinan besar akan mengarah pada perang penuh antara NATO dan Rusia, menyebabkan lebih banyak penderitaan, lebih banyak kematian dan kehancuran.

Menurut Stoltenberg, zona larangan terbang di atas Ukraina berarti NATO harus menghancurkan sistem pertahanan udara Rusia tidak hanya di Ukraina, tetapi juga di sekitar Belarus dan Rusia.

"Itu berarti kita harus siap menembak jatuh pesawat Rusia karena zona larangan terbang bukan hanya sesuatu yang Anda nyatakan harus Anda terapkan," katanya kepada AFP di forum diplomasi di Antalya yang diselenggarakan oleh Turki.

Stoltenberg menambahkan, "Yang paling penting adalah Presiden (Vladimir) Putin harus mengakhiri perang yang tidak masuk akal ini."

"Mundurkan semua pasukannya dan tunjukkan itikad baik dalam upaya politik diplomatik untuk menemukan solusi politik," kata Stoltenberg.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa dirinya tidak lagi mendesak keanggotaan NATO untuk Ukraina, masalah sensitif yang menjadi salah satu alasan Rusia menyerang Ukraina yang pro-Barat.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa dirinya tidak lagi mendesak keanggotaan NATO untuk Ukraina, masalah sensitif yang menjadi salah satu alasan Rusia menyerang Ukraina yang pro-Barat. (REUTERS)

Ukraina Tak Bisa Masuk Nato dengan Jalur Cepat

Diketahui, Para pemimpin Uni Eropa (EA) berkumpul pada Kamis (10/3/2022), untuk menyepakati tanggapan bersama terhadap perang di Ukraina.

Dalam pertemuan itu, muncul pandangan yang berbeda tentang seberapa jauh sanksi ekonomi yang akan diterapkan, seberapa cepat untuk memotong impor energi Rusia, dan pemberian keanggotaan Ukraina lewat “jalur cepat”.

"Kami menginginkan Ukraina yang bebas dan demokratis dengan siapa kami berbagi takdir yang sama," kata Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen dalam menunjukkan simpati dan dukungan moral.

Tetapi, para pemimpin Uni Eropa lain menjelaskan bahwa Ukraina tidak akan diizinkan untuk bergabung dengan UE dengan cepat.

Usulan keanggotaan Uni Eropa telah diupayakan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan mendapat dukungan dari tetangga Ukraina di sisi timur.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved