Perang Rusia Ukraina

BERANINYA Rusia Ultimatum Inggris Larang Pesawat Melintas Wilayah Udara, Dibalas Bulgaria dan Ceko

Kondisi eropa Timur akibat krisis hubungan Rusi adengan Ukraina semakin parah, Peperangan sudah di depan mata.Kini, Rusia telah menutup wilayah udaran

Editor: Salomo Tarigan
Sergei SUPINSKY / AFP
Tentara Ukraina mengumpulkan peluru yang tidak meledak setelah pertempuran dengan kelompok penyerang Rusia di ibukota Ukraina, Kyiv, Sabtu (26/2/2022) pagi. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kondisi eropa Timur akibat krisis hubungan Rusi adengan Ukraina semakin parah.

Kini, Rusia telah menutup wilayah udaranya untuk pesawat dari Bulgaria, Polandia dan Republik Ceko sebagai tanggapan atas tindakan tidak bersahabat dari otoritas penerbangan mereka.

Baca juga: Di Balik Operasi Militer Rusia, Putin Sindir Kejahatan Perang Ukraina dan Dukungan Barat Langgar HAM

Pernyataan ini disampaikan oleh Badan Federal untuk Transportasi Udara Rusia, dalam sebuah pernyataan pada Sabtu kemarin.

"Mengingat tindakan tidak bersahabat yang diambil oleh otoritas penerbangan Bulgaria, Polandia dan Republik Ceko, pembatasan diberlakukan pada maskapai mereka dan maskapai yang terdaftar di negara-negara ini pada 26 Februari 2022, pukul 15.00 waktu Moskwa, yang menyangkut penerbangan ke Rusia dan penerbangan transit melalui wilayah udara Rusia," bunyi pernyataan itu.

Dikutip dari laman TASS, Minggu (27/2/2022), lembaga tersebut menunjukkan bahwa langkah itu sebagai bentuk tindakan pembalasan yang diambil sesuai dengan hukum internasional.

Penerbangan dari negara-negara ini sekarang hanya dapat dilakukan dengan izin khusus dari badan federal atau Kementerian Luar Negeri Rusia.

Menurut laporan sebelumnya, Bulgaria, Republik Ceko dan Polandia menutup wilayah udara mereka untuk pesawat Rusia sebagai tanggapan atas operasi militer khusus Rusia di Ukraina.

Begitu pula dengan Inggris yang juga menutup wilayah udaranya ke Rusia.

Sebagai balasannya, Rusia juga melarang pesawat Inggris menggunakan wilayah udaranya.

 SOROTAN Chelsea vs Liverpool, Pertarungan Pelatih Sesama Jerman Thomas Tuchel dan Jurgen Klopp

Baca juga: Pernyataan Kolega Vladimir Putin, Konglomerat Rusia Roman Abramovich Lepas Kepemilikan Chelsea

Ingin Bertemu Presiden Putin Akhiri Perang

  Komponen cadangan militer Ukraina dari masyarakat sipil yang berusia 18-60 tahun kini ikut bertempur memperkuat militernya melawan Rusia.

Hal itu setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menandatangani dekret mobilisasi massa atau komponen cadangan militer sejak serangan Rusia pada Kamis (24/2/2022).

Parlemen Ukraina juga telah menyetujui dekrit karena negara dalam kondisi darurat militer.

Dekret ini ditandatangani Presiden Zelenskyy untuk mempertahankan kemampuan bela diri negara.

Pasukan cadangan militer Ukraina di Odessa, Ukraina.
Pasukan cadangan militer Ukraina di Odessa, Ukraina. (AP PHOTO/EMILIO MORENATTI)

Pemerintah Ukraina menyatakan mobilisasi komponen cadangan militer akan berlangsung selama 90 hari dari saat dekret ditandatangani.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved