Gadis 17 Tahun tak Bisa Lagi Jalan Biasa Gegara Tulang Punggung Bengkok Akibat Tas Sekolah Berat
Sering kita jumpai, anak-anak sekolah membawa tas berat saat ke sekolah. Anak-anak sekolah ini umumnya membawa banyak buku pelajaran hingga berat tas
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
TRIBUN-MEDAN.com – Sering kita jumpai, anak-anak sekolah membawa tas berat saat ke sekolah.
Anak-anak sekolah ini umumnya membawa banyak buku pelajaran hingga berat tas sekolah bisa berkilo-kilogram.
Hal ini tentunya membawa dampak bahaya kepada perkembangan anak. Seperti anak yang dialami gadis berusia 17 tahun ini.
Seorang siswa harus menjalani operasi baru-baru ini untuk memperbaiki tulang punggungnya yang bengkok 40 derajat.
Ia mengalami hal tersebut lantaran kebiasaan membawa tas sekolah yang berat setiap tahun.
Ayah Nurul Hanim Fazwin (17) Mohd Zaqrul Razmal Mohd Podzi yang juga seorang dokter anak, yakin rutinitas membawa tas sekolah yang berat selama bertahun-tahun tidak hanya berdampak pada putrinya, tetapi juga banyak siswa sekolah.
Pasca operasi, Nurul Hanim yang sebelumnya aktif berolahraga harus menjalani karantina di "ruangan dingin" di rumahnya.
Ia tidak bisa berkeringat sama sekali dan harus tinggal di ruangan dengan suhu 16 derajat Celcius siang malam selama 21 hari.
“(Setelah ini) Saya tidak bisa membawa tas berat. Tidak bisa banyak jalan, tidak bisa olahraga, tidak bisa turun (naik) tangga,” kata Hanim mengacu pada saran dokter bedah tersebut.
Baca juga: Tulang Belakang Anaknya Bengkok 40 Derajat, Ayah Ini Kesal Banyak Siswa Harus Bawa Tas Sekolah Berat
Baca juga: Mengenal Tentang Spinal Cord Injury atau Cedera Saraf Tulang Belakang yang Diderita Laura Anna
Dia akan mengikuti ujian SPM pada akhir tahun ini, namun masa depan sekolahnya masih belum pasti.
Meski sudah menyerahkan surat dokter ke sekolah, ayahnya masih menunggu persetujuan kepala sekolah untuk memastikan kelas anaknya dipindahkan ke lantai satu.
Tanpa persetujuan itu, Hanim harus pergi ke kelas aslinya di lantai tiga yang akan membuatnya menghadapi berbagai risiko lagi.
“Mau dapat kerjasama sekolah pun juga masalah. Karena semua kelas tingkatan 5 ada di lantai atas. Kalau mau minta turun ke lantai bawah, entahlah. Kami sudah memberikan surat, mereka meminta orangtua saya untuk menulis surat mengapa perlu minta turun ke bawah.”
“Hal ini tergantung pada manajemen sekolah. Itu tergantung kebijaksanaan guru,” ujarnya dengan nada menyesal.
Zaqrul adalah dokter pediatri di Mawar Medical Center, Seremban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Tulang-Belakang-Anaknya-Bengkok-40-DerajatAyah-Ini-Kesal-Banyak-Siswa-Harus-Bawa-Tas-Sekolah-Berat.jpg)