Heboh Dokter Suntik Vaksin Kosong Ternyata Bukan Dinas Kesehatan Medan Penyelenggaranya

Heboh terkait vaksinasi kosong yang disuntikakan kepada siswa SD Wahidin Kecamatan Labuhan Kota Medan.

Tayang:
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/ALFIANSYAH
Wali Kota Medan, Bobby Nasution 

Pertama, vaksin kosong tersebut dilakukan pada dua orang siswa SD Wahidin Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan.

Viral video seorang vaksinator suntikkan vaksin ke siswi SD dengan suntikan kosong. Video viral itu, beredar secara berantai di berbagai akun media sosial Kamis (20/1/2022) siang.
Viral video seorang vaksinator suntikkan vaksin ke siswi SD dengan suntikan kosong. Video viral itu, beredar secara berantai di berbagai akun media sosial Kamis (20/1/2022) siang. (HO / Tribun Medan)

"Dari hasil pemeriksaan dan koordinasi dengan Polres di daerah itu ada dua anak yang baru di dapatkan dan kemungkinan diduga akan ada lagi laporan vaksin kosong kepada anak lain," terangnya.

Kedua, penyuntik vaksinator tersebut merupakan seorang dokter yang bekerja di Rumah Sakit Kota Medan.

"Vaksinator merupakan seorang dokter bukan nakes atau perawat. Dia bekerja di salah satu rumah sakit disini," tuturnya.

Ketiga, Menurut Taufik dari jumlah vaksin yang akan di suntikkan di hari tersebut masih tersisa 5 vial.

"informasinya masih berlebih 5 vial lagi satu vial itu bisa untuk 10 dosis anak. Jadi masih banyak sisa vaksin di SD tersebut," tuturnya.

Keempat, vaksinasi tersebut ditargetkan untuk 500 anak pada SD tersebut dalam beberapa hari.

"Targetnya 500 anak tapi yang sisa itu 5 Vial jadi ada sekitar 50 anak yang belum tahu kejelasannya apakah sudah vaksinasi atau seperti apa," tuturnya.

Wali Kota Medan Meradang

Wali Kota Medan, Bobby Nasution angkat bicara terkait suntik vaksin kosong yang dilakukan oknum tenaga kesehatan di SD Wahidin Sudirohusodo Medan Labuhan. 

Bobby meminta oknum dokter ataupun perawat yang melakukan suntik vaksin kosong tersebut mempertanggung jawabkan perbuatannya. 

"Kami minta juga di sini kepada dokter dan perawat yang menyuntikkan vaksinasi harus betul-betul dipertanggungjawabkan. Karena kalaupun dosisnya tidak ada, dosisnya dikemanakan yang tidak disuntikkan?" kata Bobby, Jumat (21/1/2022). 

Baca juga: Anggota DPRD Medan Minta Oknum Nakes yang Suntik Vaksin Kosong di SD Wahidin Ditindak Tegas

 

Bobby pun berharap oknum tenaga kesehatan terkait dapat menjelaskan motivasi perbuatannya terlebih terkait kemana jatah vaksin yang sudah diberikan. 

"Ini juga harus diperjelas. Untuk itu yang disampaikan pak kadinkes tadi penanggung jawab kegiatan harus juga ikut bertanggungjawab. Ini yang kami sarankan, dan dalam hal ini sudah diperiksa baik dokter dan perawatnya," katanya. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved