Pejabat Langkat Terjaring OTT KPK
FAKTA-fakta OTT KPK di Langkat - 3 Pejabat Ditangkap di Kafe hingga Penggeledahan Rumah Bupati
Rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin pun turut digeledah. Tribun Medan mencoba merangkum fakta-fakta sementara dari OTT KPK kali ini.
Penulis: Satia | Editor: Randy P.F Hutagaol
Siapa sosok Terbit Rencana Perangin Angin?
Terbit Rencana Perangin Angin menjabat sebagai Bupati Langkat sejak 20 Februari 2019.
Sebelumnya dia pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Langkat periode 2014-2018.
Terbit Rencana Perangin Angin pernah tercatat sebagai 10 calon kepala daerah terkaya menurut KPK.
Terbit dikenal memiliki moto dalam hidup, yakni 'Hidup Hanya Sekali Berbuatlah Yang Terbaik'.
Jauh sebelum terjun ke politik, pria yang lahir di Raja Tengah, Kuala, Kabupaten Langkat, Sumut, 24 Juni 1972 ini, aktif di organisasi kepemudaan.
Dari mulai tahun 1997, Terbit menjabat sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila.
Ia juga menjabat sebagai Ketua SPTI/SPSI Kabupaten Langkat, pada tahun 2002-2022.
Selain itu, Terbit memantapkan dirinya menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Langkat, pada tahun 2015-2020.
Pada tahun 1981, Terbit mulai mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar Inpres No. 053963 Raja Tengah - Lulus 1987.
Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Kuala pada 1987-1990.
Terbit melanjutkan pendidikan di Sekolah Pertanian Pembangunan SPP Medan Tahun 1990-1993.
Berikut Biografi Terbit Rencana Perangin Angin :
Nama : Terbit Rencana Perangin Angin
Tempat/Tanggal Lahir : Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, 24-06-1972
Alamat Tempat Tinggal : Dusun I Nagka Lima, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat
Isteri : Tiorita Br Surbakti
Anak : Dewa PA Matiasiswa
: Ayu Jelita Br Parangin-angin
4. Bupati Langkat Disebut-sebut Turut Ditangkap
Namun, dikutip dari pemberitaan Kompas.com (Grup Tribun-medan.com) dari yang berjudul: KPK Tangkap Tangan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin, Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin diduga turut diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa (18/1/2022) malam.
Dugaan penangkapan Bupati dalam OTT di Langkat, Sumatera Utara itu terkonfirmasi oleh sumber Kompas.com di KPK. Selain Bupati, KPK juga mengamankan beberapa pihak dalam OTT tersebut.
“Tim KPK berhasil menangkap beberapa pihak dalam kegiatan tangkap tangan terkait dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara,” ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Rabu (19/1/2022).
Ali menyampaikan, saat ini tim KPK tengah melakukan permintaan keterangan dan klarifikasi kepada pihak-pihak yang diamankan dalam OTT itu.
Ia menyatakan, KPK memiliki waktu maksimal 24 jam untuk menentukan sikap dari hasil seluruh pemeriksaan yang masih berlangsung tersebut.
“Pemeriksaan dan klarifikasi dilakukan tentu agar dapat disimpulkan apakah dari bukti awal yang ada benar adanya peristiwa pidana korupsi,” ucap Ali.
“Kemudian juga apakah ditemukan pihak yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum ataukah tidak,” tutur dia.
Kendati demikian, KPK belum dapat menjelaskan secara terperinci siapa saja pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.
Lembaga antirasuah itu juga belum menjelaskan terkait dugaan korupsi apa penangkapan di Langkat itu.
“Perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut,” ucap Ali.
Bupati Langkat Terbit Rencana Perangiangin.
5. Terbit Rencana Peranginangin Kepala Daerah Terkaya Nomor 7 di Indonesia
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membuka Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dapat diakses masyarakat.
Laporan tersebut memuat kekayaan para pejabat penyelenggara negara hingga kepala daerah di Indonesia.
Dari 10 nama teratas kepala daerah dengan jumlah kekayaan terbanyak bahkan didominasi oleh kepala daerah luar Jawa.
Berikut daftar 10 kepala daerah terkaya di Indonesia berdasarkan LHKPN 2020 yang dilansir dari Kompas.com:
1. Benny Laos
Kepala daerah dengan laporan harta kekayaan terbanyak adalah Benny Laos.
Benny Laos yang menjabat sebagai Bupati Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara periode 2017-2022 ini memiliki kekayaan sebesar Rp 510.510.014.904 (Rp 510 miliar).
Mayoritas kekayaannya berupa surat berharga senilai Ro 248.600.000.000. Ia juga tercatat memiliki 139 bidang tanah dan bangunan dengan nilai Rp 158.172.358.203.
2. Hadianto Rasyid
Di posisi kedua kepala daerah dengan kekayaan tertinggi adalah Hadianto Rasyid.
Dia merupakan Wali Kota Palu, Sulawesi tengah yang baru dilantik pada Februari 2021 lalu.
Dalam LHKPN yang dilaporkan ke KPK, Hadianto diketahui memiliki harta kekayaan mencapai Rp 263.582.578.396.
3. Olly Dondokambey
Selanjutnya, kepala daerah dengan kekayaan terebanyak ketiga adalah Olly Dondokambey.
Olly merupakan Gubernur Sulawesi Utara sejak 2016 lalu. Ia diketahui memiliki harta kekayaan sebesar Rp 179.156.295.217.
Sebagian kekayaannya berupa kas dan setara kas senilai Rp 124.316.171.217. Ia juga memiliki 62 bidang tanah dan bangunan senilai Rp 47.967.124.000.
4. Putu Agus Suradnyana
Bupati Kabupaten Buleleng, Bali, Putu Agus Suradnyana menjadi kepala daerah dengan kekayaan trbanyak keempat.
Dia menjabat sebagai Bupati Kabupaten Buleleng sejak 2012. Dari laporan LHKPN, harta kekayaannya mencapai Rp 171.838.542.180.
Mayoritas kekayaannya berupa 77 tanah dan bangunan senilai Rp 179.361.675.000. Namun, ia juga memiliki hutang sebesar 10.937.017.700.
5. Jefirstson Richset Riwu Kore
Wali Kota Kupang, NTT Jefirstson Richset Riwu Kore atau lebih dikenal dengan Jefri Riwu Kore termasuk dalam kepala daerah terkaya di Indonesia.
Dari laporan LHKPN, diketahui, dia memiliki kekayaan sebesar Rp 149.911.849.009.
Kekayaanya sebagian besar berupa 28 bidang tanah dan bangunan senilai Rp 143.343.524.000, serta kas dan setara kas seniali Rp 5.098.675.009.
6. Rusli Habibie
Kepala daerah berikutnya yang tercatat memiliki harta kekayaan terbanyak adalah Rusli Habibie.
Dia merupakan Gubernur Gorontalo yang menjabat selama dua periode. Ia tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp 89.178.162.424.
Mayoritas kekayaannya berupa 118 bidang tanah dan bangunan senilai Rp 66.884.128.863. Harta lainnya juga tercatat sebesar Rp 15.742.395.706.
7. Terbit Rencana Peranginangin
Di posisi ke-7 kepala daerah dengan kekayaan terbanyak adalah Terbit Rencana Peranginangin.
Saat ini Terbit merupakan Bupati Langkat, Sumatera Utara yang menjabat sejak 2019.
Dia diketahui memiliki harta kekayaan sebesar Rp 85.151.419.588.
Dalam laporannya, Terbit memiliki 10 bidang tanah dan bangunan senilai Rp3.790.000.000, serta harta lainnya sebesar Rp 78.300.000.000.
8. Fadly Amran
Kepala daerah berikutnya yang tercatat melaporkan harta kekayaan terbanyak ke-8 adalah Fadly Amran.
Fadly merupakan Wali Kota Padang Panjang, Sumatera Barat yang menjabat sejak 2018.
Ia diketahui memiliki kekayaan sebsar Rp 78.965.476.778.
9. Syarif Fasha
Daftar kepala daerah dengan kekayaan terbanyak berikutnya adalah Wali Kota Jambi Syarif Fasha.
Dia tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp 75.502.542.031.
Sebagian besar hartanya 29 bidang tanah dan bangunan senilai Rp 69.602.005.000.
10. Sugianto Sabran
Sugianto Sabran merupakan Gubernur Kalimantan Tengah yang menjabat sejak 2016. Harta kekayaannya mencapai Rp 596.510.436.
Mayoritas kekayaannya berupa surat berharga senilai Rp 36.982.445.436. Ia juga memiliki 7 bidang tanah dan bangunan senilai Rp 21.450.000.000.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/OTT-KPK-di-Langkat_Rumah-Bupati-Digeledah-KPK_Terbit-Rencana-Peranginangin.jpg)