News Video
Pemerintah Desa Segel Sungai Tercemar, Agar Masyarakat Tidak Keracunan
Dimana menurut Ketua BPD Desa Pematang Sei Baru, M Yamin air yang berada di Sungai Pematang Sei Baru - Lubuk Palas ini tidak dapat digunakan lagi dika
Penulis: Alif Al Qadri Harahap |
Lanjutnya, efek dari air tersebut kulit terasa gatal, panas, dan perih. Bahkan mengakibatkan kulit seperti terkena bakar yang mengakibatkan kulit iritasi dan bergelembung.
"Inilah, pertama berair. Kemudian dia bernanah," katanya.
Ia mengaku, penyakit tersebut tidak dapat disembuhkan, dikarenakan saat berhenti mengkonsumsi obat, penyakit tersebut akan muncul kembali.
"Seperti inilah, saya konsumsi obat dan oles dengan salep. Namun kalau tidak berobat, keluar lagi gatal-gatalnya," ujarnya.
Ia menduga air tersebut tercemar akibat bersatunya air di Desa Pematang Sei Baru, dengan Desa Lubuk Palas.
"Semenjak banjir inilah, dam jebol. Jadi air turun kemari bercampur dari Desa Lubuk Palas, sehingga warga disini terkena," katanya.
Ia mengaku, selain warga Desa Pematang Sei Baru, Warga lubuk Palas dan Desa Silo Baru juga merasakan efek dari air yang diduga tercemar tersebut.
Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Agus Putra Jaka Ginting mengaku akan mengambil sample air tersebut untuk di teliti.
"Iya bang, kami akan kesana untuk mengecek airnya," kata Jaka singkat melalui WhatsApp.
Dari amatan Tribun-medan.com, penderita penyakit kulit tersebut mengalami luka di sekitar wilayah tangan kaki hingga leher.
Bahkan, dari luka tersebut sesekali terlihat mengeluarkan air. Sehingga banyak masyarakat yang mengantisipasinya dengan menggunakan bedak tabur.
(cr2/tribun-medan.com)