Bertahun-tahun Berjuang, Kini Warga Bisa Dapatkan Air Bersih Lewat Program Master Meter

Warga harus mengeluarkan biaya mulai dari Rp 75ribu sampai Rp 450ribu per bulan biaya untuk membeli air bersih.

Tayang:
Penulis: Ayu Prasandi | Editor: Ayu Prasandi
HO
Salah satu masyarakat yang bermukim di wilayah Kelurahan Besar dan Kelurahan Rengas Pulau yang dahulunya mengalami masalah rendahnya kualitas kebersihan air untuk kebutuhan penggunaan sehari-hari kini telah menerima manfaat dari Program Master Meter 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Bertahun-tahun harus berjuang mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, kini warga di Kelurahan Besar dan Kelurahan Rengas Pulau Medan bisa tersenyum lega.

Direktur Perkumpulan Arta Jaya, Arma Wati Chaniago, mengatakan, selama ini untuk mendapatkan air bersih sebanyak 53 kepala keluarga harus membeli air yang tentunya cukup menguras kantong.

“Selama ini warga membeli air dari berbagai sumber, ada yang membeli air jerigen, ada yang sumur terbuka dan sumur bor. Kondisinya jika yang beli memang airnya bersih namun harganya lumayan mahal,” ujarnya.

Sebelumnya, warga harus mengeluarkan biaya mulai dari Rp 75ribu sampai Rp 450ribu per bulan biaya untuk membeli air bersih.

Baca juga: INI 10 Fitur Baru WhatsApp yang Diluncurkan pada 2021

Dan untuk sumur bor, terkadang ada warna airnya agak kuning dan berkarat sehingga tidak mungkin digunakan, apalagi untuk memasak.

“Jadi dukungan dari program Master Meter ini yaitu dalam pipa sambungan yang kemudian disalurkan ke rumah-rumah. Alhamdulilah masyarakat bisa hemat dari segi keuangan dan juga hemat dari tenaga untuk mendapatkan air bersih,” terangnya.

Apalagi untuk sistem pembayaran yaitu dikelola kelompok swadaya masyarakat yang akan mencatat pemakaian air setiap rumah, dikumpulkan secara kolektif dan kemudian kelompok tersebut menyetor secara kolektif ke PDAM.

“Di rumah-rumah ada master meter kecil yang nantinya setiap rumah akan dihitung oleh kelompok tersebut. Dan keuntungan utamanya adalah sama-sama menjaga untuk pemakaian air sehingga lebih hemat dan efisien,” jelasnya.

Baca juga: BEK TIMNAS Elkan Baggott Paling Ditakuti Singapura, Pengakuan Pelatih Tatsuma Yoshida

Penuhi Kebutuhan Air Bersih Masyarakat Medan

Pada program Master Meter, sebanyak enam unit telah terpasang dan dirancang untuk menyediakan akses air minum perpipaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kelurahan Besar dan Kelurahan Rengas Pulau, Medan, Sumatera Utara.

Tersedianya akses air bersih yang memadai diharapkan dapat memberdayakan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di kedua daerah tersebut.

Fasilitas Master Meter telah beroperasi penuh sejak bulan November 2021 dan akan meningkatkan akses air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak bagi 400 rumah tangga dengan 40 persen tingkat kesejahteraan terendah di wilayah tersebut.

Jaringan perpipaan sambungan rumah sepanjang 1.679,15 meter telah terhubung ke rumah-rumah warga untuk pemenuhan kebutuhan air bersih dan air minum bagi sekitar 2.000 warga dengan biaya yang lebih rendah dan terjangkau.

Selama ini, masyarakat yang bermukim di wilayah Kelurahan Besar dan Kelurahan Rengas Pulau mengalami masalah kesehatan akibat rendahnya kualitas kebersihan air yang digunakan untuk
kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, warga yang sebagian besar bermata pencaharian di sektor informal seperti buruh harian, pemulung, penarik becak dan lainnya mengalami kesulitan untuk menjangkau akses instalasi jaringan perpipaan air minum yang ada saat ini dikarenakan keterbatasan ekonomi.

Triyono Prijosoesilo, Ketua Pelaksana Coca-Cola Foundation Indonesia, mengatakan, melalui Program Air untuk Masyarakat (Community Water Program) dari Coca-Cola, fasilitas Master Meter diharapkan dapat meningkatkan ketahanan air masyarakat dengan menyediakan solusi perpipaan air bersih bagi warga dan juga memajukan taraf hidup mereka melalui penerapan perilaku hidup bersih.

“Kami sangat mengapresiasi upaya kerja sama antara Pemerintah, USAID, PDAM Tirtanadi, Perkumpulan Arta Jaya dan masyarakat setempat dalam mendukung upaya mendorong percepatan distribusi penyediaan akses air melalui inisiatif Master Meter,” jelasnya.

Kemitraan multi-stakeholder ini dijalankan oleh Perkumpulan Arta Jaya, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berbasis di Medan.

Sementara penyediaan dan pembangunan instalasi Master Meter dilaksanakan oleh PDAM Tirtanadi dengan dukungan penuh dari sejumlah kelompok swadaya masyarakat (KSM) dalam pengelolaannya.

Bersama dengan berbagai kelompok swadaya masyarakat tersebut, warga akan mengelola penggunaan, pemeliharaan dan iuran rutin fasilitas Master Meter yang telah terpasang di setiap lokasi.

Baca juga: Bikin Sedih, Artis Cantik Ini Urai Alasan Tutup Cermin di Rumah, Jual Aset Berharga Agar Anak Sembuh

Membantu Program

Direktur Utama, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi, Kabir Bedi, mengatakan, program Master Meter juga membantu program PDAM dan Pemprov Sumut dalam memperbesar cakupan layanan pada masyarakat.

“Sistem perpipaan Master Meter diharapkan dapat memberikan manfaat berupa solusi sambungan perpipaan air bersih bagi masyarakat yang bermukim di wilayah informal atau yang secara teknis tidak terjangkau oleh pelayanan sambungan perpipaan rumah reguler PDAM,” terangnya.

Program ini akan memberikan dukungan teknis bagi PDAM Tirtanadi untuk pendistribusian perpipaan air minum secara lebih luas kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kelurahan Besar dan Kelurahan Rengas Pulau.

(pra/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved