Banjir Hebat Melanda Madina
LISTRIK Padam Dua Hari Beruntun setelah Banjir Madina, Jaringan Komunikasi pun Teramat Sulit
Banjir menyebabkan beberapa jembatan penghubung antar Kecamatan terputus. Hal ini menyebabkan pasokan logistik ke titik titik banjir menjadi sulit.
Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Randy P.F Hutagaol
Menurutnya pemerintah perlu melakukan kajian terkait peristiwa banjir yang semakin meluas setiap tahunnya.
"Kami mendorong agar pemerintah bersama lembaga masyarakat melakukan investigasi bersama penyebab terjadinya banjir disana" ujar Putra kepada Tribun Medan, Sabtu (19/12/2021)
Walhi berpendapat, hal itu perlu dilakukan untuk membuktikan penyebab pasti banjir yang telah merugikan masyarakat Madina.
Sejak jauh hari pihaknya kata Putra, telah mengingatkan pemerintah terkait ancaman kerusakan ekologi yang terjadi.
"Situasi ini harus direspons oleh pemerintah melihat semakin banyaknya kerusakan lingkungan akibat pertambangan, perkebunan dan industri ekstraktif. Pemerintah punya tanggung tanggungjawab mengawasi dan mengendalikan kerusakan lingkungan itu," ujar Putra Septian.
Kondisi banjir Madina bukanlah yang pertama terjadi.
Pemerintah seharusnya mengedepankan langkah mitigasi dan mengatasi kerusakan lingkungan secara berkelanjutan.
Pemerintah kata Putra, dapat melakukan investigasi khusus untuk menindak pelaku-pelau pengerusakan lingkungan secara tegas.
Dia menyebut seperti ekspansi perkebunan sawit yang masif dan menyebabkan deforestasi kawasan hutan.
Tak hanya itu, ancaman kerusakan lingkungan juga banyak disebabkan oleh pertambangan-pertambangan kecil yang tak memiliki izin.
"Karena usai banjir ini baik pemerintah daerah dan Provinsi membentuk tim investigasi khusus. Secara serius menegakan hukum kepada industri. Baik yang memiliki izin atau pun yang tidak memiliki izin yang merusak lingkungan," tegas Putra.
Tanpa hal itu, Putra menyakini bencana ekologis akan terus terjadi dan semakin meluas.
"Daerah aliran sungai, kawasan hutan dari hulu ke hilir sudah semakin rusak akibat eksplorasi yang tidak mempertimbangkan lingkungan. Masyarakat berhak hidup dalam lingkungan yang baik dan sehat. Perlu tindakan, kalau tidak maka akan terjadi bencana ekologis yang semakin luas," katanya.
KONDISI TERKINI Banjir Yang Terjang 74 Desa di Madina, Air Masih Rendam Rumah Setinggi 80 Cm
Kepala Desa Patiluban Hilir, Kecamatan Natal, Daflan mengabarkan kondiri terkini warga yang mengungsi akibat banjir yang melanda sejak beberapa waktu lalu.
Diketahui, Desa Patiluban Hilir adalah satu. Di antara 74 desa yang terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Madina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/banjir-madina-senin-20-desember.jpg)