SITUASI Memanas dengan Malaysia, Filipina Siapkan Serangan, Perebutan Sabah di Kalimantan
Situasi mulai memana antara dua negara jiran, Malaysia dengan Filipina.Perseteruan lama terkait Sabah yang berada di ujung timur laut Pulau
Sebelumnya, Pemerintah Malaysia melancarkan protes diplomatik menolak klaim teritorial Filipina atas Sabah dan sekelompok Pulau Kalayaan, yang mencakup sebagian besar Kepulauan Spratly yang disengketakan kedua negara.
Malaysia mengirimkan dokumen melalui Sekjen PBB António Guterres, yang isinya pemerintah Malaysia menyatakan klaim Filipina atas Sabah, yang sebelumnya dikenal sebagai North Borneo, tidak memiliki dasar hukum internasional.
Klaim ada Sabah itu muncul, setelah sebelumnya, Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin Jr mengatakan akan menghidupkan kembali kantor di Departemen Luar Negeri (DFA) yang didedikasikan untuk merebut kembali Sabah.
Tindakan itu disebut sebagai langkah yang dipandang semakin menyalakan kembali perselisihan diplomatik lama dengan Malaysia.
Mengutip laporan freemalaysiatoday.com, melansir cuitan Locsin di twitter, yang menulis: "sebuah biro lama di DFA yang secara eksklusif mengabdikan diri untuk masalah ini", merujuk pada Kantor Urusan Kalimantan Utara.
"Bertanya-tanya apakah masih menyala. Akan membangkitkan atau merevitalisasi, ”ujarnya.
Locson, yang menghidupkan kembali kontroversi dengan mengatakan pada bulan Juli bahwa Sabah "tidak ada di Malaysia".
Ia juga menyebut ada tawaran suap "besar" untuk membatalkan klaim mereka atas Sabah.
“Masyarakat Filipina harus tahu bahwa apa yang ditawarkan sangat besar sehingga godaan untuk berkhianat sangat besar,” katanya.
Sementara Malaysia menguasai Sabah, Filipina telah mengajukan klaim atas negara dengan dasar bahwa wilayah tersebut, yang pernah diperintah oleh Kesultanan Sulu, hanya disewakan – tidak diserahkan – kepada penguasa kolonial Inggris sebelum kemerdekaan Malaysia.
Pada tahun 2013, sekitar 200 pria bersenjata dari Filipina yang mengaku telah dikirim oleh anggota klan kerajaan Sulu tiba dengan perahu di pelabuhan Lahad Datu di Sabah, memicu pertempuran mematikan selama berminggu-minggu dengan pasukan keamanan Malaysia di mana 71 orang tewas.
Kebanyakan dari mereka yang tewas adalah milisi Filipina.
Konflik sabah
Malaysia menganggap Sabah sebagai wilayahnya sejak menjadi bagian dari federasi Malaysia pada tahun 1963.
Kuala Lumpur menyatakan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa dan komunitas internasional telah mengakui Sabah sebagai bagian dari Malaysia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Malaysia-dan-Filipina-memanas-lagi-perebutan-Sabah-di-Kalimantan.jpg)