SITUASI Memanas dengan Malaysia, Filipina Siapkan Serangan, Perebutan Sabah di Kalimantan
Situasi mulai memana antara dua negara jiran, Malaysia dengan Filipina.Perseteruan lama terkait Sabah yang berada di ujung timur laut Pulau
TRIBUN-MEDAN.com- Situasi mulai memanas lagi antara dua negara jiran, Malaysia dengan Filipina.
Perseteruan lama terkait Sabah yang berada di ujung timur laut Pulau Kalimantan sebagai penyebabnya.
Baca juga: Ditemukan Ibu dalam Ruang Terkunci 5 Hari tak Makan, Tubuhnya Sudah Dikerumuni Semut tapi Selamat
Dikabarkan, Filipina akan menyerang dan menduduki kawasan Sabah di Pulau Kalimantan
Sejumlah media internasional mengabarkan, pemerintah Filipina menggelar pertemuan rahasia dengan 19 Walikota yang berada di Kepulauan Sulu yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Baca juga: TERJADI KECELAKAAN Mobil Masuk Jurang, Kabarnya Mobil Travel Aceh - Medan Nopol BL 1537 EY
Dikutip dari SCMP pada Minggu (12/12/2021) disebutkan, dari daerah yang berbatasan sekitar 400 KM dari Sabah itu, para petinggi Filipina merencanakan serangan dan pendudukan wilayah Sabah.
Tak hanya itu, sekitar 600 milisi sipil yang dilengkapi dengan senjata dipersiapkan untuk melakukan penyerbuan.
Terletak di ujung timur laut pulau Kalimantan, Sabah telah menjadi subyek sengketa wilayah selama 60 tahun antara Filipina dan Malaysia.
Kabar akan adanya invasi Filipina itu mendorong Kepala Polisi Kerajaan Malaysia Acryl Sani Abdullah Sani untuk mengeluarkan pernyataan yang mengatakan mereka akan mengambil tindakan segera untuk menghadapi kemungkinan atau ancaman penyusupan.
"Kami memastikan, saat ini keamanan negara kami di bawah kendali." sebutnya.
Menanggapi itu, Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat (10/12/2021) bahwa laporan invasi itu adalah berita palsu.
Selain itu, Letnan Jerrica Angela Manongdo, juru bicara militer Filipina di Sulu, mengatakan bahwa laporan media yang menyebutkan akan ada invasi ke Sabah tidak memiliki dasar.
“Kami segera menyelidiki masalah ini ketika kami mengetahui laporan berita. Berdasarkan informasi yang kami kumpulkan, tidak ada hal seperti itu,” katanya kepada SCMP.
Manongdo menambahkan bahwa pejabat daerah di Sulu memang telah mengadakan pertemuan awal bulan ini, tetapi hanya untuk membahas cara memperkuat perbatasan laut nusantara dan tanggap bencana.
“Kepala eksekutif lokal bertanggung jawab atas perekrutan nelayan atau sukarelawan pelaut (untuk) melakukan patroli laut bekerja sama dengan militer di Sulu untuk membantu meningkatkan kontrol perbatasan terhadap teroris dan elemen pelanggar hukum lainnya,” katanya.
Protes Diplomatik dari Malaysia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Malaysia-dan-Filipina-memanas-lagi-perebutan-Sabah-di-Kalimantan.jpg)