Rusia Tuding AS sebagai Pembuat Kekacauan Internasional hingga Picu Perang Dunia Ketiga

Badan Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) pada 22 November menuduh Departemen Luar Negeri AS berada di balik serangkaian laporan palsu.

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
ST/AFP
Personel militer Ukraina ambil bagian dalam latihan perang di Zhytomyr 

Menanggapi informasi bahwa Rusia sedang memusatkan pasukan di sepanjang perbatasan dengan Ukraina.

Pemerintah Moskow menuduh dan berpendapat bahwa "pergerakan peralatan militer tertentu atau unit militer di wilayah Federasi Rusia adalah urusan Rusia sendiri."

Ukraina dapat menggunakan rudal Amerika untuk memprovokasi konflik di Donbass.

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov memperingatkan bahwa penggunaan rudal anti-tank AS oleh Ukraina terhadap separatis di timur negara itu meningkatkan prospek konflik di wilayah Donbass yang sudah dilanda perang.

Berbicara kepada wartawan pada 22 November, Lavrov mengatakan bahwa pengerahan peluncur rudal Javelin buatan AS oleh militer Kiev menjadi perhatian.

"Dalam beberapa hari terakhir, kami telah menerima informasi tentang Angkatan Darat Ukraina yang menggunakan rudal Javelin untuk menyerang separatis," kata Menlu Rusia.

"Ini adalah tindakan yang berlebihan dan berbahaya dengan banyak potensi risiko," tambah Menlu Rusia.

Komentar Lavrov muncul hanya beberapa jam setelah kepala Badan Intelijen Umum Kementerian Pertahanan Ukraina (GUR), Kirill Budanov, mengkonfirmasi bahwa militer Ukraina menggunakan sistem rudal anti-tank Javelin untuk pertama kalinya dalam perang di Donbass.

Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk AS memperingatkan Washington bahwa memasok senjata mematikan ke Ukraina dapat menghancurkan semua harapan perdamaian di Donbass, RT melaporkan.

(*/Tribunmedan/ Intisari)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved