NASA Luncurkan Pesawat Luar Angkasa untuk Menabrak Asteroid, Agar Bumi Terlindungi
NASA memiliki misi menabrak asteroid agar tidak menabrak bumi. Sebauh pesawat luar angkasa tanpa awak mengemban misi menabrak asteroid
"Kami dapat mengukur frekuensi peredupan itu," jelas pimpinan investigasi Dart, Andy Rivkin.
"Begitulah cara kita mengetahui bahwa Dimorphos mengelilingi Didymos dengan jangka waktu 11 jam 55 menit."
Setelah tabrakan dengan Dart, para astronom akan melakukan pengukuran lagi.
"Itu akan terjadi sedikit lebih sering - mungkin dua setiap 11 jam 45 menit, mungkin 11 jam, 20 menit," kata Dr , yang berbasis di Laboratorium Fisika Terapan Universitas Johns Hopkins ( JHUAPL) di Laurel, Maryland.
Dia mengatakan ada tingkat ketidakpastian tentang bagaimana Dimorphos akan menanggapi tabrakan tersebut, sebagian karena struktur interiornya tidak diketahui.
Jika Dimorphos relatif padat di dalam, bukannya penuh dengan ruang, mungkin menghasilkan banyak puing - yang akan memberi objek itu dorongan ekstra.
Metode Dart untuk menangani asteroid berbahaya itu dikenal sebagai teknik penabrak kinetik.
Namun, ada ide lain, termasuk memindahkan asteroid lebih lambat dari waktu ke waktu dan bahkan meledakkan bom nuklir, opsi yang familiar dengan film-film Hollywood seperti Armageddon dan Deep Impact.
Baca juga: Empat Astronaut NASA Mendarat Aman Setelah 6 Bulan Jalani Misi Ilmiah di Stasiun Luar Angkasa
• Teleskop Luar Angkasa Segera Dibangun untuk Mencari Planet Layak Huni
(*/tribun-medan.com)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
sumber:kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pesawat-luar-angkasa.jpg)