Materi Belajar Sekolah
Berikut Sejarah Penemuan Vaksin Rabies, Bermula Seorang Anak Terkena Gigitan Anjing Gila
Berikut sejarah penemuan vaksin rabies. Penemuan ini terjadi pada tahun 1885 oleh Louis Pasteur.
Menariknya, melalui asistennya yang menemukan botol khusus untuk mengeringkan jaringan yang terinfeksi, Louis Pasteur akhirnya menyadari bahwa semakin lama sumber infeksi mengering maka semakin kecil kemungkinannya rabies akan menginfeksi saat disuntikkan.
Setelah serangkaian percobaan suntikan rabies yang semakin kuat diberikan kepada anjing selama 12 hari, dia menyuntikkan ekstrak rabies langsung ke otak anjing. Hasilnya, semua anjing yang disuntik tidak mengalami rabies.
Tetapi saat Pasteur memindahkan virus dari anjing gila ke kelinci, virus menjadi tidak terlalu berbahaya ketika berpindah ke tubuh manusia karena sudah melewati beberapa spesies lainnya.
Metode tersebut dapat melemahkan virus untuk membentuk kekebalan.
Saat vaksin penemuannya disuntikkan pada Meister, anak laki-laki ini tidak lagi bergejala.
Setelah memulai perawatan pada anak lainnya pada bulan Oktober 1885, Pasteur menyatakan penemuan vaksin itu berhasil di hadapan Akademi Kedokteran Nasional Prancis.
Kabar penemuan vaksin rabies itu pun menjadi berita internasional, bahkan pasien dari Amerika Serikat langsung pergi ke Eropa untuk menerima pengobatan yang ditemukannya.
Seiring waktu, Pasteur mengembangkan aturan terkait imunisasi yang ampuh melindungi hewan dari penularan penyakit ini, serta pencegahan rabies.
Hampir satu abad kemudian, yakni pada tahun 1970-an catatan laboratorium Pasteur yang dimiliki oleh ahli warisnya dipublikasikan.
Mereka mengungkapkan perbedaan yang mengejutkan antara penelitian Pasteur dan klaimnya tentang pengujian vaksin pada anjing.
Dalam catatan itu ditemukan, pengobatan yang diberikan kepada Meister dibuat menggunakan metode yang berbeda, dan pada dasarnya belum diuji pada hewan, meski berhasil.
Lalu di tahun 1888 Institut Pasteur dibuka sebagai tempat penelitian penyakit menular dan pengembangan vaksin. Louis Pasteur pun dikenang sebagai ilmuwan revolusioner dan ahli yang hebat.
• Penjelasan Kelompok Virus Berdasarkan Asam Nukleat, Sel Inangnya, dan Keberadaan Amplop Virus
• Gelombang Ketiga Masih Ramalan, Pakar Virus: Terpapar Covid-19 Belum Tentu Terinfeksi
(*/tribun-medan.com)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sejarah-penemuan-vaksin-rabies.jpg)