Materi Belajar Sekolah
Berikut Sejarah Penemuan Vaksin Rabies, Bermula Seorang Anak Terkena Gigitan Anjing Gila
Berikut sejarah penemuan vaksin rabies. Penemuan ini terjadi pada tahun 1885 oleh Louis Pasteur.
Mengejutkannya adalah, para muridnya menemukan, bahwa ayam yang diberi patogen yang telah rusak itu justru tidak terkena kolera.
Penasaran, saat Pasteur kembali, dia menyuntikkan ayam-ayam yang sehat dengan sejumlah patogen kolera baru.
Beberapa hari kemudian, Pasteur mengamati bahwa ayam yang diberi patogen 'tidak berguna' tidak menunjukkan tanda-tanda terinfeksi.
Bakteri yang dilemahkan di laboratorium lalu disuntikkan ke ayam sehat membantu sistem kekebalan pada ayam mengenali bakteri saat terjadi infeksi tanpa membuatnya terkena penyakit.
Meski teknik melemahkan mikroorganisme penyebab penyakit untuk membentuk kekebalan sudah cukup terkenal pada waktu itu, tetapi Pasteur merupakan yang pertama melakukan prosesnya.
Hingga kemudian, metode ini pun diikuti oleh para ahli virus di seluruh dunia.
Penelitian vaksin rabies
Setelah berhasil dengan temuannya, pada tahun 1882, Louis Pasteur beralih pada permasalahan penyakit rabies dengan penelitian tentang vaksin rabies.
Virus rabies dapat menyebar dari kontak dengan cairan tubuh korban yang terinfeksi, termasuk air liur hewan yang sudah terinfeksi.
Seperti yang telah diketahui, gigitan hewan rabies sangat berbahaya dan seringkali berakibat fatal.
Didasari pemikiran tersebut, Pasteur memeriksa air liur dan jaringan hewan rabies, namun tidak dapat menemukan mikroorganisme yang menyebabkan penyakit.
Pasteur membutuhkan bahan eksperimen yang telah terkontaminasi. Maka, dia meminta beberapa orang untuk memberinya seekor anjing gila.
Setelah mendapatkannya, dia membuka mulut hewan itu secara paksa untuk mengumpulkan air liur yang sudah terpapar virus ke dalam botol.
Sayangnya, menyuntikkan air liur hewan yang terinfeksi tidak menyebabkan rabies secara signifikan pada hewan yang diuji.
• 4 Cara Mengatasi Penyakit Rabies pada Binatang yang Wajib Diketahui
• Hindari Penyebab Rabies, Disternak Karo Suntikan Vaksin Kepada 9000 HPR Sejak Awal September
Melalui pembedahan dan eksperimen yang mendalam, Pasteur menemukan bahwa 'agen penyebab' harus terkonsentrasi di sumsum tulang belakang dan otak korban untuk mengembangkan penyakit.
Pasteur yakin bahwa vaksinasi dengan melemahkan penyakit yang disebabkan virus diikuti dengan perawatan yang lebih ketat, secara progresif akan membantu membangun sistem kekebalan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sejarah-penemuan-vaksin-rabies.jpg)