Titi Besi Sungai Ular Ditutup Sementara, Ada Lubang Menganga di Tengahnya

Titi besi Sungai Ular yang ada di Kabupaten Sergai saat ini ditutup pemerintah lantaran ada lubang menganga di tengahnya

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN
Kondisi jalan di jembatan Titi Besi Sungai Ular yang rusak dan akan ditutup dalam waktu dua pekan mendatang Rabu, (27/10/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM,DELISERDANG- Jembatan titi besi Sungai Ular yang menghubungkan Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang dan Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Sergai ditutup sementara.

Pasalnya, penutupan jembatan ini lantaran akan dilakukan perbaikan oleh Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Pemprov Sumut.

Di tengah jembatan titi besi Sungai Ular itu terdapat lubang menganga yang membahayakan.

Menurut informasi, penutupan dilakukan selama dua pekan mulai 27 Oktober sampai dengan 10 November.

Baca juga: Viral Jembatan Rusak di Nias Utara, Gubernur Edy Bilang Perbaikannya Tahun Depan

Pihak Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi pun sudah memberikan pemberitahuan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota seperti Deliserdang, Sergai dan Tebingtinggi. 

Jalan di jembatan titi besi Sungai Ular selama ini dikenal sebagai jalur alternatif Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dari Lubukpakam yang bisa tembus ke Tebingtinggi melewati kawasan Dolok Masihul. 

Informasi yang dikumpulkan dari warga sekitar, jembatan titi besi Sungai Ular ini sudah empat bulan lamanya rusak. 

Selama ini cuma warga yang melakukan perbaikan.

"Ini jembatannya sebenarnya sudah nggak bisa dilewati lagi tapi kami berinisiatif untuk memperbaiki secara swadaya supaya orang bisa melintas. Dari pagi ke pagi kami bantu mengatur lalulintas di sini supaya jangan ada yang terperosok.

Baca juga: Jembatan Penghubung Desa di Mandoge Rusak Diterjang Banjir, Warga Nekat Seberangi Badan Sungai

Cuma satu jalur aja yang bisa dipakai ini makanya harus kami atur untuk bergantian melintasnya," ucap Tengku Herman, Rabu (27/10/2021).

Terpantau saat itu beberapa warga memegang tong plastik dan mengarahkannya ke pengemudi ketika melintas. 

Tengku Herman menyebut mereka tidak pernah memaksa orang untuk memberikan sumbangan.

Mereka mengaku ikhlas membantu pengguna jalan. 

"Polisi saja minta tolong sama kami tolong dibantu. Ya kami nggak pernah memaksa orang bang. Kalau dikasih Alhamdulillah tapi kalau nggak mau ngasih ya tidak apa-apa. Ini yang buat dua batang kelapa kami supaya bisa dilintasi,"kata Rahman warga lainnya.

Baca juga: KISAH SEDIH Pelajar di Nias, Bertaruh Nyawa Lewati Jembatan Nyaris Putus, Demi Bisa Pergi Sekolah

Warga menyebut selama ini mereka sudah menjaga lempengan besi-besi yang ada di lokasi. 

Warga mengaku juga tidak ingin kalau besi itu dicuri. 

Selain itu kalau malam lampu juga diberikan di atas jembatan yang rusak agar pengguna kendaraan bisa melihat dengan jelas kerusakan.

"Pas kami di sini ada saja yang mau masuk. Mungkin karena dilihatnya kami megang seperti ini (pegang tong plastik) dia langsung ngebut padahal nggak adanya kami paksa. Kalau kami paksa ya sudah ketangkap polisi kami.

Baca juga: DETIK-detik Pelajar di Nias Utara Lintasi Jembatan yang Nyaris Putus agar Bisa ke Sekolah

Kami intinya mendukung lah kalau jembatan ini ditutup karena untuk perbaikan, jalan alternatif pun adanya,"kata Tengku Herman. 

Kadis PUPR Deliserdang, Janso Sipahutar membenarkan kalau penutupan jalan di jembatan Titi besi ini akan dilakukan mulai 27 sampai 10 November. 

"Kita juga sudah dapat pemberitahuannya. Yang mengerjakan Provinsi. Sampai selesai baru nanti dibuka kembali," kata Janso. (dra/tribun-medan.com). 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved