News Video
KISAH SEDIH Pelajar di Nias, Bertaruh Nyawa Lewati Jembatan Nyaris Putus, Demi Bisa Pergi Sekolah
Meski kondisinya rusak parah, para siswa sekolah tetap nekat melintasi jembatan penghubung empat kecamatan di Nias Utara yang hampir putus.
KISAH SEDIH Pelajar di Nias, Bertaruh Nyawa Lewati Jembatan Nyaris Putus, Demi Bisa Pergi Sekolah
TRIBUN-MEDAN.COM, NIAS - Meski kondisinya rusak parah, para siswa sekolah tetap nekat melintasi jembatan penghubung empat kecamatan di Nias Utara yang hampir putus diterjang banjir.
Tampak para pelajar ini tetap bersemangat melintasi jembatan tersebut.
Meski harus bertaruh nyawa untuk tiba di sekolah.
Dalam video amatir, terlihat sejumlah siswa bergelantungan di jembatan.
Mereka secara bergantian menyeberangi jembatan yang nyaris putus.
Meski bahaya terjatuh bisa kapan saja terjadi, tapi hal itu tak menyurutkan niat mereka untuk pergi sekolah.
Demi menimba ilmu dan berharap kelak menjadi orang yang lebih baik dan bisa membangun desa nya.
Terlihat canda tawa mereka memecah suasana yang seram saat menyeberang jembatan.
Kepala Desa Orahili Kornelius Harefa mengatakan para pelajar ini tetap bersemangat berangkat menuju sekolah walaupun keadaan jembatan yang nyaris putus.
Kendati demikian, ia tetap mengingatkan kepada para siswa agar tetap berhati-hati melintasi jembatan tersebut.
Kornelius berharap jembatan tersebut segera di perbaiki agar tidak memakan korban jiwa.
"Mengingat anak-anak sekolah sebagian besar melewati jembatan ini dan untuk lebih kita waspadai kedepannya supaya tidak ada korban jiwa di sungai ini," kata Kornelius, Kamis (30/9/2021).
Ia menambahkan, para pelajar ini juga tetap diawasi oleh orang tua mereka masing-masing saat melintasi jembatan.
"Memang kalau siswa sekarang sudah sulit untuk melewatinya, selalu orang tua mengantar untuk bisa melewati sungai ini," sebutnya.
Sebelumnya, jembatan yang dibangun pada tahun 2019 itu nyaris putus akibat diterjang banjir pada, Selasa (28/9/2021) malam.
Jembatan tersebut merupakan akses jalan menuju ke empat kecamatan, yaitu Kecamatan Namohu Esiwa, Alasa, Alasa Talumuzoi, dan Lahewa Timur.
(cr11/tribun-medan.com)