Berita Sergai Terkini
Ratna, Gajah Koleksi R Zoo Sergai Dikabarkan Mati di Usia 50 Tahun
Seekor Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatrensis) yang menjadi salah satu koleksi Rahmat Zoo&Park, di Kabupaten Serdang Bedagai
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seekor Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatrensis) yang menjadi salah satu koleksi Rahmat Zoo&Park, di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dikabarkan mati.
Berdasarkan keterangan Putra Ario selaku Lembaga Konservasi (LK) R Zoo, menjelaskan salah satu koleksi di kebun binatang yang berada di Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Sergai itu dinyatakan mati pada Sabtu (7/2/2026).
Dikatakannya, dari hasil pemeriksaan medis gajah bernama Ratna ini kematiannya diduga disebabkan karena gagal fungsi organ. Dirinya menjelaskan, Ratna dinyatakan mati di usia sekitar 50 tahun.
Dijelaskan Putra, sebelum dinyatakan mati Ratna sempat menjalani perawatan medis intensif di R Zoo & Park.
Berdasarkan hasil pemeriksaan klinis, laboratorium, serta bedah bangkai (nekropsi), kematian Ratna disebabkan oleh gangguan fungsi ginjal yang disertai gangguan fungsi hati serta komplikasi pada organ vital lainnya.
Dikatakannya, Ratna menjadi penghuni baru melengkapi koleksi R Zoo dimulai pada bulan September 2025 lalu.
Saat itu, Ratna bersama tiga ekor gajah lainnya, yaitu Poppy (±45 tahun), Uli (±6 tahun), dan Lia (±15 tahun). Saat kedatangan, beberapa gajah teridentifikasi dalam kondisi tubuh kurang ideal (kurus).
Khusus Ratna, selain telah memasuki kategori usia tua, juga ditemukan luka menahun berupa fistula (saluran tidak normal) pada telapak kaki depan kiri yang memerlukan penanganan medis khusus.
"Dalam proses perawatan, penanganan terhadap Ratna menghadapi tantangan tersendiri karena yang bersangkutan tidak dapat dikendalikan (restrain/handle) secara sempurna sebagaimana gajah jinak betina lainnya dan tidak dapat ditunggangi oleh mahout. Oleh karena itu, setiap tindakan medis terhadap luka fistula dilakukan melalui prosedur pembiusan terlebih dahulu guna memastikan keselamatan dan efektivitas penanganan," dikutip dari siaran pers R Zoo, Rabu (11/2/2026).
Selama masa adaptasi di lingkungan baru pada 30 Oktober 2025, terdeteksi adanya udema pada bagian abdomen.
Pada 12 November 2025 dilakukan penanganan awal berupa pemberian vitamin dan terapi suportif, yang menunjukkan progres perbaikan secara bertahap.
Namun demikian, pada 1 Januari 2026 terjadi peradangan kembali pada luka fistula di kaki Ratna, yang kemudian disertai pengelupasan kulit di sekitar area tersebut pada 11 Januari 2026.
Berdasarkan perkembangan tersebut, manajemen R Zoo & Park merekomendasikan tindakan medis lanjutan karena kondisi luka dinilai belum tertangani secara tuntas sebelumnya.
Dalam pelaksanaan penanganan medis, R Zoo & Park bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumatera Utara) serta dokter hewan eksternal yang direkomendasikan oleh BBKSDA Sumut.
Selepas tindakan medis, luka menunjukkan progres pemulihan, namun belum optimal.
| Hasil Autopsi Mayat di dalam Pohon Aren di Sergai Rampung, Polisi Tinggal Tunggu Tes DNA |
|
|---|
| Nelayan di Serdang Bedagai Temukan Buaya 2 Meter dalam Jaring saat Mencari Ikan |
|
|---|
| 2 Hari Tak Pulang, Siswi SMP di Sergai Ditemukan Tewas Terbungkus Karung Diduga Dibunuh |
|
|---|
| Lebaran Ketiga, Pantai Sentang di Kabupaten Serdang Bedagai Ramai Dikunjungi |
|
|---|
| Simpan Sabusabu Seberat 111,82 Gram di Kotak Roti Bolu, Soiman Ditangkap Polres Sergai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Penampakan-bangkai-seekor-Gajah-Sumatera-bernama-Ratna-yang-mati_.jpg)