AKHIRNYA Amien Rais Bicara Mundurnya Neno Warisman, Agung Mozin dan Sejumlah Kader Partai Ummat
Amien Rais ditinggal pendiri Partai Ummat yakni Neno Warisman dan Agung Mozin.Terbaru, satu per satu pengurus DPD Partai Ummat Depok
TRIBUN-MEDAN.com - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais menilai mundurnya para kader Partai Ummat suatu hal yang biasa.
Amien Rais mulai ditinggal pendiri Partai Ummat yakni Neno Warisman dan Agung Mozin.
Terbaru, satu per satu pengurus DPD Partai Ummat Depok menyatakan mundur.
Selain itu, empat DPC Partai Ummat di Kota Depok juga membubarkan diri.
Keempatnya DPC yakni DPC Partai Ummat Kecamatan Cilodong, DPC Partai Ummat Kecamatan Beji, DPC Partai Ummat Kecamatan Pancoran Mas, dan DPC Partai Ummat Kecamatan Sukmajaya.
Amien Rais kemudian angkat bicara saat hadir di acara Karni Ilyas Club pada Jumat (8/10/2021).
Karni Ilyas langsung mempertanyakan soal banyak mundurnya kader Partai Ummat.
"Ada pengurus DPP Partai Ummat seperti Neno Warisman, Agung (Mozin) yang justru mundur dan ada beberapa (pengurus) daerah yang mengundurkan diri dari Partai Ummat," tanya Karni sebagaimana dikutip dari video Karni Ilyas Club, Minggu (10/10/2021).
Baca juga: Anak Nia Daniaty Kali Berani Datangi Polda Metro, Bawa Bukti Transfer Uang kepada Pelapor Agustin
Amien Rais mengaku mundurnya Neno Warisman merupakan suatu hal yang lain.
"Saya tahu anatominya sekarang ini. Jadi memang, kalau kasus Neno lain lagi," ujarnya.
Sedangkan Agung Mozin kata dia, Amien Rais mengaku sudah menganalisanya.
"Agung Mozin itu kita sudah memotret, sudah," katanya.
Amien Rais kemudian menilai bahwa mundurnya para kader itu suatu hal yang biasa.
"Jadi, saya dalam jam terbang pengalaman berpolitik ini, memang sesuatu yang biasa," ujar dia.
Namun Amien Rais tidak menjelaskan alasanya mundurnya para pengurus Partai Ummat tersebut.
Amien Rais malah mengungkit masa lalunya saat masih bergabung dengan PAN.
Mantan Ketua MPR tersebut menyingung ulah anak buahnya yang mengeroyok dirinya yang menyebabkan dirinya keluar dari PAN.
Menurut Amien Rais, ia dikeroyok karena dianggap penganggu.
Baca juga: KENALI Penyebab Kaki dan Tangan Kesemutan, Jangan Dianggap Sepele, Gejala Penyakit Serius?
"Tapi saya garis bawahi mengapa saya dikeroyok oleh anak buah saya itu, yang karena pernah menjadi menko, menjadi menteri ini, menteri itu. Semuanya itu, itu karena saya dianggap penganggu. 'Mengapa sih nggak mendukung pak Jokowi. Pak Jokowi yang bisa memberikan cash and carry, jadi udahlah pak Amien kita keroyok saja agar keluar'. Ya saya keluar betul," beber Amien.
Seperti diberitakan, Neno Warisman, figur publik kawakan yang menjabat Anggota Majelis Syuro Partai Ummat juga mundur dari partai bentukan Amien Rais tersebut.
Sekretaris Dewan Majelis Syuro Partai Ummat, Ustaz Sambo membenarkan hal tersebut. Sambo mengatakan Neno mundur per Jumat (1/10/2021) kemarin.
Baca juga: Derita Soekarno Terasing di Rumah Tahanan ketika Soeharto Berkuasa, Bung Karno Mau Dibawa Kabur DKP
"Dia kirim WA ke kita kirim surat mudur karena mau fokus urus anaknya di Turki karena tidak bisa aktif jadi khawatir tidak bisa aktif fokus urus anaknya, jadi mundur," kata Sambo saat dikonfirmasi, Sabtu (2/10/2021).
Pesan WA tersebut, dikatakan Sambo, ditujukan langsung kepada Amien Rais. Sambo menambahkan pihaknya tak bisa melarang hak seseorang untuk mengambil keputusan.
"Cuma kita ada mekanisme, kita akan rapat majelis suro keputusannya di majelis syuro," katanya.
Sambo pun bicara soal langkah ke depan Partai Ummat tanpa Neno Warisman maupun Agung Mozin.
"Majelis Syuro kan sifatnya bukan bekerja tapi berpikir begitu. Jadi yang bekerja DPP kita memberi masukan-masukan yang bekerja DPP," tandasnya.
Deklarasi 29 April 2021 SIap Bertarung di Pemilu 2024
Sebelumnya Partai Ummat resmi menjadi peserta parpol yang siap bertarung di Pemilu 2024 mendatang.
Partai yang dideklarasikan pada 29 April 2021 di Yogyakarta ini telah mendapat SK Kemenkumham pada tanggal 20 Agustus 2021.
Selain itu, Partai Ummat juga meresmikan kantor Dewan Pimpinan Pusat yang beralamat di Jalan Tebet Timur Dalam Raya Nomor 63, Tebet, Jakarta Selatan.
Melalui SK dari Kemenkumham dengan nomor: M.HH. Kep. 13.AH.11.01 Tahun 2021, tentang Pengesahan Badan Hukum Partai Ummat, partai itu menyebut siap berkompetisi dalam kontestasi pemilu.
Pendiri Partai Ummat Amien Rais mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) atas pengesahan Partai Ummat sebagai partai politik.
"Tentu juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah menerbitkan SK seperti yang telah dibacakan oleh Ketum (ketua umum) tadi, sehingga kami Partai Ummat dapat ikut meramaikan percaturan politik nasional," kata Amien dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (28/8/2021) seperti dikutip dari Kompas.com.
Amien mengatakan, Partai Ummat ke depannya akan berusaha untuk mencegah demokrasi tidak merosot menjadi oligarki politik dan oligarki ekonomi.
Sebab, kata Amien, oligarki politik dan oligarki ekonomi hanya akan menghasilkan kemiskinan rakyat yang memilukan.
"Insya Allah Partai Ummat akan berusaha keras untuk mencegah agar demokrasi kita tidak merosot berubah menjadi oligarki politik dan oligarki ekonomi," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi mengatakan, partainya sudah menerima surat pengesahan sebagai partai politik dari Kemenkumham.
Ridho mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan pendirian partai sekitar empat bulan sejak dideklarasikan pada 29 April 2021.
Oleh karenanya, menantu Amien Rais itu mengatakan terbitnya SK Kemenkumham ini adalah titik awal perjuangan dalam menghimpun kekuatan umat.
Ridho Rahmadi mengatakan dengan disahkannya Partai Ummat ini menjadi tonggak awal untuk memperjuangkan keadilan sosial berdasarkan tauhid.
Ia menyebut perjuangan Partai Ummat akan bersungguh-sungguh berjuang untuk kemanusiaan yang adil dan beradab.
"Partai Ummat memegang teguh tauhid islam, yakni keyakinan mutlak pada ketuhanan yang maha esa. Dari keyakinan itu, Partai Ummat siap mengejawantahkan humanitarianisme dan jauh dari Kezaliman dan kebiadaban," kata Ridho dalam pidato peresmian Kantor DPP Partai Ummat di Tebet, Jakarta Selatan," Sabtu (28/8/2021).
Sebagai parpol baru, Partai Ummat akan memperjuangkan persatuan Indonesia.
Usaha itu akan diwujudkan dengan selalu mengedepankan musyawarah untuk mufakat yang menjadi ciri politik islam yang mengadopsi sila keempat Pancasila.
"Partai Ummat akan melawan setiap usaha terbuka atau terselubung yang ingin memecah belah dan mengadu donba sesama anak bangsa," tutur Ridho.
Dalam peresmian kantor DPP Partai Ummat, turut hadir beberapa pengurus dari Majelis Syuro.
Diantaranya Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais, Wakil Ketua Majelis Syuro M.S Ka'ban hingga Sekretaris Majelis Syuro Idrus Sambo.
Berikut susunan pengurus Majelis Syuro DPP Partai Ummat:
HM Amien Rais, MA (Ketua Majelis Syura Partai Ummat)
H. Ridho Rahmadi (Ketua Umum Partai Umum)
M.S Ka'ban (Wakil Ketua Majelis Syura)
Idrus Sambo (Sekretaris Majelis Syura)
Chandra Tirta Wijaya (Wakil Ketua Umum Partai Ummat)
Nazarudin (Wakil Ketua Umum Partai Ummat)
Muhajir Sudrodin, SH, MH (Sekjen Partai Ummat).
Baca juga: POSITIF Ekstasi, Anggota DPR Papua Thomas Sondegau yang Ditangkap Direhabilitasi di RSKO
Baca juga: KABAR TERKINI Aldi Bragi dan Ririn Dwi Ariyanti Setelah Mediasi Gagal
• KABAR TERKINI Azis Syamsuddin DIperiksa KPK Hari Ini, Kasus Suap Eks Penyidik KPK AKP Robin
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com/Reza Deni/(Kompas.com/Tribunnews.com)
Baca Selanjutnya: Amien rais
Baca Selanjutnya: Partai ummat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/amien-rais-tiba-di-polda-metro-jaya-penuhi-panggilan-polisi-terkait-kasus-makar-eggi-sudjana.jpg)