VIRAL ‘Tiga Anak Saya Diperkosa’, Akhirnya Terduga Pelaku Blak-blakan, Kini Laporkan Balik Eks Istri
Kasus ini bermula saat RS melaporkan mantan suaminya, SA, karena diduga telah merudapaksa tiga anak kandungnya sendiri yakni AL (8), MR (6), dan AS (4
TRIBUN-MEDAN.com - Beredar viral di medsos pengakuan seorang ibu tentang tiga anaknya menjadi korban pemerkosaan.
Pengakuan itu menjadi trending di Twitter dengan hastag ‘tiga anak saya diperkosa’. Bahkan kini, Jumat (8/10/2021) muncul lagi tagar baru ‘PercumaLaporPolisi’ yang masih terkait dengan pengakuan sang ibu.
Kasus ini bermula saat RS melaporkan mantan suaminya, SA, karena diduga telah merudapaksa tiga anak kandungnya sendiri yakni AL (8), MR (6), dan AS (4).
RS melaporkan SA ke Polres Luwu Timur pada 9 Oktober 2019 silam. Dalam perkembangannya, polisi menghentikan penyelidikan kasus ini karena dianggap tidak cukup bukti.
SA, terduga pelaku rudapaksa terhadap tiga anak kandungnya, buka suara setelah kasus tersebut kembali viral.
SA mengatakan orang-orang tidak memahami kejadian yang sebenarnya.
Menurut SA, RS memaksakan kehendak. Ia pun membantah anggapan dimana ia bisa mempengaruhi penyelidikan kasus ini hingga akhirnya dihentikan oleh polisi.
"Terus kalau kita mau secara analisa atau logika, saya ini siapa mau mempengaruhi ini (kasus). Tuduhannya (ke saya) bahwa bisa mempengaruhi penyidik. Sedangkan bupati, ketua DPRD diambil (ditangkap). Apalagi semacam kita ini kalau memang melakukan kesalahan," kata SA, dikutip Tribun-Medan.com dari Tribun Timur, Jumat (7/10/2021). Saat dikonfirmasi, SA tengah dinas luar kota.
Ia pun membantah merudapaksa anaknya sendiri. Menurutnya, tuduhan ia melakukan pemerkosaan terhadap anaknya sendiri itu merupakan tuduhan yang tidak masuk akal.
Pascadilaporkan pada 2019 lalu, SA mengaku sudah tidak bertemu dengan anaknya.
"Takutnya saya dilaporkan dengan masalah baru lagi, itu sudah saya jaga. Saya sudah tahu karakter mamanya, saya nda mau. Cukup saya kirimkan uang makannya tiap bulan, terus itu (bukti transfer) saya fotocopy bukti-buktinya (transfer),” ujarnya.
"Saya tanyakan kepada bank, apakah rekening (RS) ini masih aktif untuk memastikan uang yang saya transfer sampai ke mamanya, karena tidak ada rekening anaknya," sambung SA.
Ia mengatakan, sejak terjadi masalah dalam kehidupan rumah tangganya, SA sudah tidak berkomunikasi lagi dengan RS.
"Sudah saya blokir nomornya, saya tidak mau mendengar kata tidak pantas," katanya.
Baca juga: MIRISNYA Nasib Orang Miskin di Mata Hukum, Sudah Babak Belur Dihajar Preman, Malah Jadi Tersangka
Laporkan Balik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-pemerkosaan-1.jpg)