Breaking News

Tahun ini Mitratel Dipastikan Melantai di Bursa, Arya Sinuliga : yang Pasti yang Terdekat

Rencananya, Mitratel juga akan ekspansi di kawasan Asia Tenggara ataupun Asia Pasifik.

Tribun Medan/HO
Pengalihan kepemilikan 6.050 menara telekomunikasi milik Telkomsel kepada Mitratel telah rampung, dimana tahap awal pengalihan 1.911 menara dilakukan pada Oktober 2020 lalu dan kemudian pengalihan kepemilikan dari 4.139 menara pada 26 Februari 2021. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Manajemen PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) berencana mengadakan Initial Public Offering (IPO) pada akhir tahun 2021.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, mengatakan, Kementerian BUMN memastikan baru MITRATEL, anak usaha BUMN yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2021, sedangkan anak usaha BUMN lainnya masih dalam proses persiapan.

Menurut Arya, rencana IPO anak usaha BUMN yang paling dekat akan dilakukan pada 2021 adalah Mitratel.

IPO anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) itu akan sukses, dikarenakan mempunyai fundamental yang kuat di sektor industri telekomunikasi.

Baca juga: Materi Belajar IPA Kelas 7: Ciri-ciri Makhluk Hidup

“Yang pasti Mitratel yang terdekat, perusahaan pemilik tower terbesar ini, akan menjadi bintangnya perusahaan di industry ini,” ujar Arya.

Arya mengemukakan, fundamental Mitratel dapat dilihat dari aset dan layanan yang dimiliki oleh Perseroan yang tidak dimiliki oleh perusahaan sejenis di sektor bisnis menara telekomunikasi.

Tidak hanya bisnis menara telekomunikasi, untuk meningkatkan kinerjanya Mitratel memiliki strategi pertumbuhan jangka panjang, dengan masuk ke digital infrastruktur jaringan 5G yang sedang berkembang.

Rencananya, Mitratel juga akan ekspansi di kawasan Asia Tenggara ataupun Asia Pasifik.

Mitratel saat ini memiliki 28 ribu menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Nilai tambah dari Mitratel bukan hanya kepemilikan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia, namun juga didukung dengan jaringan kabel serat optik.

“Mitratel di support oleh fiber optik, sehingga tower-tower yang dimiliki Mitratel punya power yang kuat, bukan sekadar radio. Dan ini merupakan kelebihan yang dimiliki Mitratel.

Dari tower memang bisa diimbangi oleh perusahaan yang lain, tapi dari sisi fiber optik, Mitratel ini powerful," tambah Arya.

Baca juga: Wakil Kepsek SD di Sei Bamban Ini Terharu Sekolahnya yang Rusak Dikunjungi Ketua DPRD

Perusahaan ini sebelumnya sudah menerima pengalihan 4.000 menara milik PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel).

Vice President Investor Relations PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Andi Setiawan sebelumnya menjelaskan, Telkomsel pertama kali melakukan pengalihan Menara pada 14 Oktober 2020 sebanyak 6.050 unit, kemudian Telkomsel melakukan pengalihan lagi 4.000 unit Menara pada 31 Agustus 2021.

Pengalihan ini menurut Andi bertujuan untuk memperkuat fundamental bisnis dan menciptakan nilai tambah Mitratel, sedangkan bagi Telkomsel pengalihan menara akan menjadikan Telkomsel lebih fokus pada bisnis utamanya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved